Logo Bloomberg Technoz

Suhu Panas Melanda Jakarta

Andrean Kristianto
19 March 2026 17:42

Warga menggunakan payung saat cuaca panas di jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga menggunakan payung saat cuaca panas di jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah wilayah di Indonesia menyentuh suhu udara maksimum. (Bloomberg Technoz/Andre)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah wilayah di Indonesia menyentuh suhu udara maksimum. (Bloomberg Technoz/Andre)

Suhu udara di wilayah DKI Jakarta bahkan sempat menyentuh 35,6 derajat Celsius. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suhu udara di wilayah DKI Jakarta bahkan sempat menyentuh 35,6 derajat Celsius. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

BMKG memperkirakan kondisi cuaca panas ini masih akan berlanjut hingga mendekati periode Lebaran 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

BMKG memperkirakan kondisi cuaca panas ini masih akan berlanjut hingga mendekati periode Lebaran 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menekankan bahwa suhu tinggi memiliki dampak langsung terhadap kesehatan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menekankan bahwa suhu tinggi memiliki dampak langsung terhadap kesehatan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kondisi suhu maksimum yang relatif tinggi ini merupakan bagian dari dinamika iklim di wilayah tropis seperti Indonesia. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Kondisi suhu maksimum yang relatif tinggi ini merupakan bagian dari dinamika iklim di wilayah tropis seperti Indonesia. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Warga menggunakan payung saat cuaca panas di jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah wilayah di Indonesia menyentuh suhu udara maksimum. (Bloomberg Technoz/Andre)
Suhu udara di wilayah DKI Jakarta bahkan sempat menyentuh 35,6 derajat Celsius. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
BMKG memperkirakan kondisi cuaca panas ini masih akan berlanjut hingga mendekati periode Lebaran 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Dinas Kesehatan DKI Jakarta menekankan bahwa suhu tinggi memiliki dampak langsung terhadap kesehatan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kondisi suhu maksimum yang relatif tinggi ini merupakan bagian dari dinamika iklim di wilayah tropis seperti Indonesia. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap suhu panas tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Suhu udara di wilayah DKI Jakarta bahkan sempat menyentuh 35,6 derajat Celsius.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca panas ini masih akan berlanjut hingga mendekati periode Lebaran 2026.

Terdapat sejumlah risiko kesehatan yang perlu diantisipasi selama periode panas ekstrem tersebut.

Salah satunya adalah heat stroke, yakni kondisi darurat medis yang ditandai dengan suhu tubuh sangat tinggi, kulit terasa panas dan kering, serta gangguan kesadaran.

Selain itu, heat exhaustion juga berpotensi terjadi, dengan gejala seperti pusing, mual, sakit kepala, kram otot, dan keringat berlebih.

Kondisi dehidrasi berat akibat kehilangan cairan secara signifikan juga dapat memicu gangguan ginjal akut. Di sisi lain, suhu panas berlebih dapat meningkatkan beban kerja jantung, memperburuk penyakit kardiovaskular dan diabetes, serta memicu gangguan kulit seperti ruam panas hingga meningkatkan risiko kanker kulit.

Untuk mencegah dampak kesehatan akibat paparan panas, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di bawah terik matahari, khususnya pada pukul 10.00 hingga 14.00, serta menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat berada di luar ruangan.

(dre)