Logo Bloomberg Technoz

Sistem kerja TSL Ausmelt Furnace dilaksanakan dengan proses automasi dengan sistem kontrol, sehingga bisa mengurangi dampak risiko kecelakaan kerja dan juga efektivitas kerja dengan teknologi pengolahan timah yang lebih modern.

Keunggulan lain dari smelter TSL Ausmelt adalah kapasitasnya yang besar dibandingkan dengan teknologi smelter yang digunakan TINS sebelumnya, yaitu tanur berbasis reverberatory furnance.

Bahkan, satu Ausmelt tersebut dapat menggantikan delapan teknologi reverberatory yang sudah dipakai puluhan tahun lamanya oleh PT Timah yang terletak di Muntok, Bangka Barat.

Untuk itu, Suhendra menilai sistem kerja sama dengan tambang mitra—sekaligus mengurangi jumlah tambang ilegal dengan penawaran kerja sama—diharapkan dapat mendorong suplai pasokan bijih timah untuk diproduksi menjadi ingot.  

“Harus dioptimalkan pasokannya. Itu yang kita harapkan dari segala macam perjanjian mitra ‘Anda harus setor sekian-sekian untuk smelter-nya',"tuturnya. 

Smelter Top Submerge Lance (TSL) Ausmelt Furnace PT Timah Tbk. di Bangka Barat. (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska Dewi)

Di sisi lain, dia memandang saat ini perjanjian dengan mitra masih cukup longgar dan ingin memperketat aturan dengan kewajiban yang harus dipenuhi mitra serta menjadi hak PT Timah.  

Sekadar catatan, proyek TSL Ausmelt Furnace senilai Rp1,2 triliun tersebut merupakan salah satu proyek strategis di holding BUMN sektor pertambangan atau PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) yang telah mulai komisioning pada kuartal IV-2022.

PT Timah merupakan produsen kelima di dunia yang menggunakan TSL Ausmelt Furnace. Teknologi ini telah lama digunakan oleh produsen timah asal Peru, Minsur pada 2000 dan Yunan Tin dari China sejak 2002.  

Adapun, TSL Ausmelt Furnace mampu mengolah bijih timah kadar rendah mulai dari 40%—70% Sn dengan kapasitas produksi mencapai 40.000 ton crude tin per tahun atau lebih fleksibel ketimbang teknologi lama yang dimiliki TINS sebelumnya, yakni tanur reverberatory furnace yang hanya mampu mengolah bijih timah kadar lebih dari 70% Sn.

Dari sisi waktu pengolahan, TSL Ausmelt Furnance juga relatif lebih singkat. Untuk satu batch, pengolahan Ausmelt hanya membutuhkan waktu sekitar 10,5 jam. Sementara itu, pada reverberatory membutuhkan waktu 24 jam per batch.

(mfd/wdh)

No more pages