Logo Bloomberg Technoz

TINS Garap Proyek Tanah Jarang, tetapi Spek Belum Penuhi Syarat

Mis Fransiska Dewi
25 August 2025 10:40

Mineral ikutan timah, monasit di Pabrik Peleburan Timah, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung./Bloomberg Technoz-Mis F.
Mineral ikutan timah, monasit di Pabrik Peleburan Timah, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung./Bloomberg Technoz-Mis F.

Bloomberg Technoz, Pangkalpinang – PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) mengaku masih mengalami tantangan dalam pemenuhan pasokan logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (REE) sesuai spesifikasi. Perseroan tengah gencar melakukan riset untuk pilot proyek dalam mengembangkan industri tersebut.

LTJ terkandung dalam salah satu mineral ikutan timah, yakni monasit yang terdiri dari unsur dominan seperti cerium, lanthanum, neodymium, yttrium, dan praseodimium.

LTJ juga mengandung thorium yang dapat diolah menjadi sumber energi untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).


Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara mengatakan hingga saat ini pengembangan LTJ bukan dari sisi kuantitas, melainkan kualitas mineral tersebut.

"Dari kuantitas bisa terpenuhi misalnya 50 kg untuk produksinya per hari, tetapi dari sisi tadi speknya terpenuhi apa tidak, ini yang menurut laporan jajaran di bawah saya masih belum,” kata Suhendra dalam media gathering di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (23/8/2025) malam.