Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Tetapkan Lebaran Pada 21 Maret 2026

Muhammad Fikri
19 March 2026 19:49

Umat muslim Muhammadiyah melaksanakan Salat IdulFitri di Lapangan Bola Rempoa, Tangsel, Jumat (21/4/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Umat muslim Muhammadiyah melaksanakan Salat IdulFitri di Lapangan Bola Rempoa, Tangsel, Jumat (21/4/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan tersebut diambil setelah Kementerian Agama melaporkan hasil pemantauan hilal di berbagai titik belum memenuhi kriteria yang ditetapkan.

“Disepakati bahwa 1 syawal 1447 jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.” ujar Menteri Agama, Nasaruddin Umar dalam konferensi pers hasil sidang isbat di Kementerian Agama, Kamis (19/3/2026).

Ia mengatakan bahwa keputusan tersebut mengacu pada hasil hisab dan rukyat yang telah dilakukan oleh tim hisab rukyat Kementerian Agama, serta dikonfirmasi oleh petugas yang ditempatkan di setidaknya 117 titik pengamatan di seluruh Indonesia, dan tim penerima laporan rukyat di pusat telah mengonfirmasi bahwa hilal tidak terlihat.

Ada pun data posisi hilal berdasarkan hisab pada hari ini di seluruh wilayah Indonesia, yaitu ketinggian hilal di atas ufuk berkisar antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik dan sudut elongasi 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik. Secara hisab, data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.


Sebagai informasi, Indonesia mengacu pada kriteria yang disepakati negara anggota MABIMS yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dengan ketentuan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Hilal merupakan fase bulan sabit awal yang dapat diamati setelah terjadinya konjungsi, tepat menjelang matahari terbenam. Penampakan hilal menjadi penanda dimulainya bulan baru dalam kalender Hijriah.