Logo Bloomberg Technoz

Menurut dia, penyidik saat ini memang tengah menelusuri aliran uang korupsi pengadaan iklan di Bank BJB. KPK menerima informasi uang tersebut kemudian dikelola sekretaris perusahaan dan menjadi dana non-budgeter BUMD milik Pemprov Jawa Barat tersebut.

Dia mengklaim, beberapa saksi yang diperiksa diduga mengetahui penggunaan dana hasil korupsi tersebut, termasuk alirannya.

"KPK juga terus mendalami terkait dengan dugaan aliran yang dikelola di dana non-bujeter di korsek BJB ini begitu, ini untuk apa saja, untuk siapa saja, artinya apa? Artinya KPK sedang melakukan follow the money," ujar Budi. 

Dalam kasus ini, kata dia, penyidik tak hanya berfokus untuk mencari orang-orang yang bertanggung jawab atau menjadi pelaku korupsi. KPK juga berupaya memulihkan keuangan negara atau asset recovery secara maksimal. 

"Kita belum bisa menyampaikan hal itu [dugaan aliran uang korupsi dari Ridwan Kamil ke Lisa]," kata dia.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan lima orang tersangka. Dua di antara lima orang tersebut merupakan pejabat dari Bank BJB, yakni Direktur Utama Bank BJB periode 2019-2025, Yuddy Renaldi yang baru saja mengundurkan diri dari jabatannya, dan mantan Pimpinan Divisi Corporate Secretary Bank BJB, Widi Hartoto.

Tiga orang tersangka lainnya yakni Ikin Asikin Dulmanan (IAD) pemilik agensi Arteja Mulyatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri; Suhendrik (S) yang merupakan pemilik agensi PSJ dan USPA; terakhir, R. Sophan Jaya Kusuma (RSJK) selaku pemilik agensi CKMB dan CKSB.

(dov/frg)

No more pages