Logo Bloomberg Technoz

BI Rate Dipangkas, Investor Asing Net Buy Saham Rp700 Miliar

Muhammad Julian Fadli
21 August 2025 08:18

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Rabu (20/8/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau dengan penguatan 1,03% hingga melesat di posisi 7.943,82 terdorong sentimen pemangkasan BI Rate menjadi 5% oleh Bank Indonesia.

Bersamaan dengan popularitas IHSG bullish, investor asing gencar melangsungkan beli bersih (net buy) mencapai Rp775,29 miliar pada perdagangan saham di pasar reguler. Sama halnya, di seluruh pasar investor asing juga net buy sejumlah Rp766,54 miliar.

Adapun investor asing mencatatkan net buy terbanyak pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp333,5 miliar. Sejalan dengan dorongan jumlah pembelian yang besar, saham BMRI menguat 3,12% hingga terapresiasi di posisi Rp4.950/saham.

Penutupan Saham BMRI pada Rabu 20 Agustus 2025 (Sumber: Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing selama perdagangan Rabu (20/8/2025):

  1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp333,5 miliar
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp302,78 miliar
  3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp237,42 miliar
  4. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp101,72 miliar
  5. PT Astra International Tbk (ASII) Rp90,2 miliar
  6. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp53,28 miliar
  7. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) Rp48,74 miliar
  8. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Rp44,55 miliar
  9. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp26,31 miliar
  10. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp21,07 miliar

Pada kesempatan yang sama, investor asing net sell yang besar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp344,67 miliar. Berseberangan jauh dengan tekanan jual, saham BBCA tetap berhasil menguat 0,29% di posisi Rp8.525/saham.

Penutupan Saham BBCA pada Rabu 20 Agustus 2025 (Sumber: Bloomberg)