Logo Bloomberg Technoz

"Secara ilmiah, virus Nipah (NiV) memiliki beberapa karakteristik yang berpotensi menimbulkan wabah besar, tetapi kemungkinannya menjadi pandemi global seperti Covid-19 saat ini rendah, meski bukan nol," jelasnya.

Dicky menyebutkan faktor risiko yang dapat terjadi di Indonesia. Katanya, Indonesia memiliki ekosistem yang cocok untuk spillover NiV (kelelawar buah banyak, interaksi manusia–hewan tinggi).

Kemudian, konsumsi buah/nira segar tanpa pengolahan panas, terutama di daerah endemis kelelawar. Lalu, perdagangan satwa liar dan kontak manusia-kelelawar di pasar atau gua wisata, hingga perternakan babi dekat habitat kelelawar

Sehingga perlu diwaspadai jika terjadi gejala klinis seperti demam, batuk, gangguan pernapasan berat, ensefalitis akut (kejang, penurunan kesadaran).

Sedangkan untuk kasus cluster patut diwaspadai jika terjadi gejala neurologis dan riwayat kontak hewan/produk hewan atau pasien sakit berat. Hingga kemadian mendadak dengan gejala pernapasan ditambah neurologis di daerah risiko tinggi.

Meski begitu, penyebaran infeksi virus Nipah tetap dapat dilakukan. Mulai dari kewaspadaan dini dengan memperkuat One Health surveillance untuk penyakit zoonosis, khususnya henipavirus, di kelelawar dan babi.

Meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk negara terhadap pelaku perjalanan dari wilayah terdampak, menyiapkan prosedur deteksi laboratorium (RT-PCR NiV) di jejaring laboratorium kesehatan nasional.

Sedangkan pencegahan yang dilakukan di tengah masyarakat seperti, menghindari konsumsi buah atau nira segar yang berpotensiterkontaminasi kelelawar-pastikan dicuci, dikupas, atau direbus.

Menghindari kontak langsung dengan kelelawar dan babi sakit, hingga mengedukasi masyarakat di wilayah risiko tinggi tentang cara mengenali gejala dan segera mencari pertolongan medis.

(mef/spt)

No more pages