Logo Bloomberg Technoz

Puan Bicara Campur Tangan & Buah Tangan Demokrasi RI

Muhammad Fikri
15 August 2025 10:05

Ketua DPR, Puan Maharani saat sidang tahunan MPR di Gedung DPR/MPR, Jumat (15/8/2025). (Youtube DPR)
Ketua DPR, Puan Maharani saat sidang tahunan MPR di Gedung DPR/MPR, Jumat (15/8/2025). (Youtube DPR)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani meluncurkan kritik dan otokritik terhadap demokrasi dalam pemilihan umum (Pemilu) Indonesia. Ia menyinggung tentang “campur tangan” dan “buah tangan”.

Puan Maharani mengatakan partai politik merupakan institusi perjuangan sehingga partai politik tidak boleh berhenti membenahi diri.

“Partai harus menjadi tempat lahirnya para pemimpin yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu berpihak, bekerja, dan berani mengambil risiko demi kepentingan rakyat,” ungkap Puan dalam Sidang Tahunan MPR di Jakarta, Jumat (15/8/2028).


Puan menambahkan keberhasilan partai politik dalam menjalankan perannya sangat bergantung pada sistem yang menjadi wadahnya. Sebaik apa pun visi dan integritas partai, jika sistem politik—khususnya sistem pemilu— tidak mendukung terwujudnya kedaulatan rakyat secara nyata, maka suara rakyat berisiko terdistorsi.

“Sistem pemilu kita, sebagai sarana utama membentuk perwakilan, memang belum sepenuhnya sempurna. Tantangan kita adalah memastikan bahwa sistem ini benar-benar mendekatkan kehendak rakyat dalam menempatkan wakil-wakilnya dan memilih pemimpinnya,” ungkap Puan.