Logo Bloomberg Technoz

Semua ini merupakan bagian dari upaya untuk mengembalikan daya tarik Apple. Proyek ambisius terbarunya, headset Vision Pro, tetap menjadi kegagalan penjualan, dan desain perangkat terlarisnya tetap hampir tidak berubah selama bertahun-tahun. 

Pada saat yang sama, Apple mendapat kritikan karena dianggap ketinggalan dalam revolusi AGI. Dan OpenAI bahkan berpotensi mengancam pasar utama Apple dengan mengembangkan perangkat baru yang didukung kecerdasan buatan, dibantu oleh mantan kepala desain Apple, Jony Ive. 

Meskipun Apple masih berada pada tahap awal dalam mengembangkan software AI-nya, para eksekutif melihat pipeline perangkat sebagai bagian kunci dari kebangkitan perusahaan — membantu Apple menantang Samsung Electronics Co., Meta Platforms Inc., dan lainnya di kategori baru. 

Juru bicara Apple yang berbasis di Cupertino, California, menolak berkomentar. Karena produk-produk tersebut belum diumumkan, rencana perusahaan masih bisa berubah atau dibatalkan. Banyak inisiatif dan jadwalnya bergantung pada kemajuan Apple dalam pengembangan perangkat lunak berbasis AI.

Apple Rencanakan Ekspansi ke Robot AI (Bloomberg)

Chief Executive Officer (CEO) Tim Cook mengatakan kepada karyawan dalam pertemuan bulan ini bahwa Apple harus menang dalam AI dan memberi isyarat tentang perangkat masa depan. “Pipeline produk — yang tidak bisa saya bicarakan — luar biasa, teman-teman. Luar biasa,” kata Cook. “Beberapa di antaranya akan segera terlihat. Beberapa di antaranya akan datang nanti. Tapi ada banyak yang bisa dilihat.”

Selain perangkat rumah tangga, Apple sedang mempersiapkan iPhone ukuran tipis dan dirancang ulang untuk diluncurkan 2025. Di masa depan, Apple berencana memperkenalkan kacamata pintar, HP lipat, iPhone edisi peringatan 20 tahun, dan headset yang diperbarui bernama N100. Apple juga merencanakan perangkat lipat besar, gabungan MacBook dan iPad.

Apple berupaya meningkatkan penjualan setelah pertumbuhan produk andalannya melambat selama bertahun-tahun. Apple membatalkan beberapa ekspansi ke bidang baru, seperti mobil otonom, yang menambah tekanan mencari sumber pendapatan lain. Selain itu, inisiatif baru ini akan membantu membantah anggapan bahwa perusahaan tidak lagi inovatif seperti dulu.

Bloomberg News yang pertama melaporkan di tahun lalu bahwa Apple sedang mengembangkan proyek robotika meja dengan kode nama J595 dan merancang strategi baru untuk rumah pintar. Namun kini gambaran yang lebih jelas mulai hadir tentang upayanya memasuki pasar tersebut — dan apa artinya bagi ambisi AI perusahaan.  

Robot

Robot meja tersebut mirip dengan iPad yang dipasang pada lengan bergerak yang dapat berputar dan menyesuaikan posisinya untuk mengikuti pengguna di dalam ruangan. Seperti kepala manusia, perangkat ini dapat berbalik ke arah pengguna yang sedang berbicara atau memanggilnya, bahkan berusaha menarik perhatian seseorang yang tidak menghadapinya.  

Harapannya adalah untuk menghadirkan AI dengan cara yang belum pernah dilakukan oleh produsen perangkat keras lainnya. Apple membayangkan pelanggan meletakkan perangkat ini di atas meja atau meja dapur dan menggunakannya untuk bekerja, mengonsumsi media, dan mengelola aktivitas harian mereka. 

Panggilan FaceTime juga akan menjadi fungsi utama perangkat ini. Selama konferensi video, layar akan dapat bergeser untuk fokus pada orang-orang di sekitar ruangan. Apple sedang menguji fitur yang mengubah layar iPhone menjadi joystick, memungkinkan pengguna menggerakkan robot untuk menampilkan orang atau benda berbeda di ruangan selama panggilan video. 

Namun, ciri khas perangkat ini adalah versi baru Siri yang dapat ikut serta dalam percakapan antara beberapa orang. Ia akan dapat berinteraksi dengan pengguna sepanjang hari dan lebih mudah mengingat informasi. 

Ide dasarnya yaitu agar perangkat bertindak seperti orang di dalam ruangan. Misalnya, perangkat dapat menginterupsi percakapan teman-teman tentang rencana makan malam dan menyarankan restoran terdekat atau resep yang relevan. Perangkat juga dirancang untuk berpartisipasi dalam percakapan bolak-balik untuk hal-hal seperti merencanakan perjalanan atau menyelesaikan tugas — mirip dengan mode suara OpenAI.

Apple berencana menempatkan Siri di pusat sistem operasi perangkat dan memberinya kepribadian visual agar terasa lebih hidup. Pendekatan ini, yang diberi nama Bubbles, sekilas mengingatkan pada Clippy, klip kertas animasi dari tahun 1990-an yang berfungsi sebagai asisten virtual di Microsoft Office. 

Apple telah menguji tampilan Siri yang menyerupai versi animasi dari logo Finder, wajah tersenyum ikonik, mewakili sistem manajemen file Mac. Keputusan akhir mengenai tampilannya belum diputuskan, dengan para desainer mempertimbangkan ide-ide yang lebih mirip dengan Memoji, karakter lucu yang mewakili akun pengguna Apple.

Prototipe perangkat menggunakan layar horizontal berukuran sekitar 7 inch, mendekati ukuran iPad mini. Lengan motorized dapat memperpanjang layar dari dasar sekitar setengah kaki ke arah mana pun.

Apple Rencanakan Ekspansi ke Robot AI (Bloomberg)

Beberapa orang yang familiar dengan produk ini menyebutnya “Pixar Lamp,” merujuk pada logo terkenal perusahaan film animasi tersebut. Apple sebelumnya telah mengungkap beberapa penelitian di bidang ini: Mereka menerbitkan sebuah makalah pada Januari yang menjelaskan lampu yang menggunakan robotika untuk bergerak. 

Apple memiliki tim-tim di berbagai divisi AI, hardware, software, dan desain antarmuka yang menangani proyek ini. Proyek dipimpin sebagian oleh Kevin Lynch, yang sebelumnya mengepalai pengembangan software jam tangan pintar dan mobil.

Apple sedang mengembangkan beberapa robot lainnya. Mereka memiliki tim yang sedang mengeksplorasi robot mobil dengan roda — mirip dengan Astro milik Amazon.com Inc. — dan telah membahas secara umum model humanoid. 

Apple memiliki tim yang aktif mengembangkan lengan mekanis besar untuk digunakan di fasilitas manufaktur atau menangani tugas di bagian belakang toko ritel, langkah yang berpotensi menggantikan sebagian staf. Robot tersebut, yang diberi kode nama T1333, masih beberapa tahun lagi dari peluncuran. 

Kharismatik

Perangkat rumah pintar mencakup layar mandiri yang direncanakan meluncur pada pertengahan tahun depan. Perangkat tersebut, yang diberi kode nama J490, adalah varian yang disederhanakan dari robot, tanpa lengan dan Siri percakapan — setidaknya pada awalnya. Perangkat ini tetap akan memiliki kontrol rumah, pemutaran musik, pencatatan, penelusuran web, dan konferensi video. Perangkat juga mungkin dilengkapi dengan antarmuka visual Siri yang baru.

Baik layar pintar maupun robot meja akan menggunakan sistem operasi baru bernama Charismatic, yang dirancang untuk digunakan oleh beberapa orang. Interface ini berfokus pada tampilan jam dan widget — fitur perangkat lunak kecil yang biasanya ditujukan untuk tugas-tugas spesifik.

Charismatic, yang sebelumnya dikenal sebagai Pebble dan Rock pada tahap pengembangan awal, menggabungkan pendekatan sistem operasi Apple TV dan Apple Watch. Sistem ini menawarkan fitur seperti mode multi-pengguna dan tema tampilan jam, termasuk tema yang terinspirasi dari Snoopy, anjing beagle dari komik Peanuts.

Perangkat dirancang untuk mudah dibagikan: Mereka dilengkapi dengan kamera depan yang dapat memindai wajah pengguna saat mereka mendekati perangkat, lalu secara otomatis mengubah tata letak, fitur, dan konten sesuai preferensi pengguna tersebut. 

Beberapa versi software menggunakan ikon aplikasi berbentuk lingkaran dan grid heksagonal untuk aplikasi. Apple berencana menyertakan banyak aplikasi inti mereka, termasuk kalender, kamera, musik, pengingat, dan catatan. Namun, antarmuka akan sangat bergantung pada interaksi suara dan widget, bukan berpindah-pindah antar aplikasi.

Meskipun perangkat ini memiliki layar sentuh, metode input utama akan menggunakan Siri dan pembaruan fitur yang disebut App Intents. Software ini memungkinkan pengguna mengontrol antarmuka dan aplikasi secara presisi melalui suara.  

Perangkatnya sendiri mirip dengan Google Nest Hub, tetapi berbentuk persegi dengan bezel tipis berwarna hitam atau putih dan sudut yang bulat.  

Layar non-robotik berukuran 7 inci diletakkan di atas dasar berbentuk setengah kubah, yang menampung beberapa komponen elektronik dan dilengkapi lubang-lubang di tepi bawah untuk speaker dan mikrofon. Layar ini juga dapat dipasang di dinding. 

Peluncuran ini menandai langkah serius pertama Apple dalam memasuki pasar rumah pintar, hampir sepuluh tahun setelah Amazon dan Google (anak perusahaan Alphabet Inc.) mulai memasarkan speaker pintar dengan layar. 

Rumah merupakan ruang kritis bagi Apple untuk ditargetkan, terutama karena semakin banyak pengguna mengonsumsi konten dari ruang tamu dan mengotomatisasi fungsi rumah tangga.  

Apple telah lama memiliki pijakan kuat di perangkat mobile dan dengan cepat menjadi pemain di industri otomotif melalui CarPlay — namun kesuksesan tersebut belum terulang di pasar rumah pintar. Meskipun Apple meluncurkan HomeKit untuk mengontrol perangkat pihak ketiga pada 2014, kesuksesannya terbatas dengan speaker HomePod miliknya sendiri.

Linwood dan Glenwood

Inti dari perangkat rumah baru — dan produk saat ini seperti iPhone dan iPad — adalah pembaruan mendasar pada fondasi Siri.

Para engineer Apple sedang mengembangkan versi dengan kode nama Linwood yang dilengkapi otak baru berbasis model bahasa besar — fondasi kecerdasan buatan generatif. Tujuannya adalah memanfaatkan data pribadi untuk menjawab pertanyaan, kemampuan yang tertunda akibat masalah pada versi saat ini.

Kamera rumah pintar Apple (Bloomberg)

Software  baru tersebut, yang dikenal secara internal sebagai LLM Siri, direncanakan akan rilis pada awal musim semi mendatang, menurut laporan Bloomberg News. Namun, pengembangan terus berlanjut: Apple sedang menyiapkan asisten yang dirancang ulang secara visual untuk iPhone dan iPad, yang juga akan diluncurkan pada awal tahun depan.  

Craig Federighi, VP senior bidang rekayasa software, memberikan petunjuk tentang perombakan yang lebih besar dari yang diperkirakan dalam pertemuan internal dengan karyawan bulan ini. 

“Pekerjaan yang kami lakukan dalam perombakan end-to-end Siri ini telah memberikan hasil yang kami butuhkan,” katanya, menambahkan bahwa “hal ini telah menempatkan kami dalam posisi tidak hanya untuk menghadirkan apa yang kami umumkan, tetapi juga untuk menghadirkan pembaruan yang jauh lebih besar dari yang kami bayangkan.” Ia mengatakan bahwa “tidak ada proyek yang lebih serius ditangani oleh orang-orang.”

Linwood didasarkan pada teknologi yang dikembangkan oleh tim Apple Foundation Models, tetapi perusahaan juga memiliki proyek pesaing bernama Glenwood yang akan menggerakkan Siri dengan teknologi pihak ketiga.

Keputusan akhir belum diambil mengenai model mana yang akan digunakan, tetapi Apple telah menguji Anthropic PBC’s Claude untuk tujuan ini. Mike Rockwell, mantan kepala Vision Pro yang ditugaskan untuk memimpin Siri awal tahun ini, mengawasi kedua upaya Linwood dan Glenwood.

Selama pengembangan robot meja, insinyur Apple telah menggunakan ChatGPT dan Google Gemini secara intensif untuk membangun dan menguji fitur. Secara keseluruhan, tim AI dan Siri Apple semakin banyak menggunakan sistem pihak ketiga sebagai bagian dari proses pengembangan mereka.  

Ring

Apple sedang mengembangkan kamera dengan kode nama J450, yang dirancang untuk keamanan rumah, mendeteksi orang, dan mengotomatisasi tugas. Perangkat ini akan menggunakan baterai dan dapat bertahan dari beberapa bulan hingga satu tahun dengan sekali pengisian daya, setara dengan produk pesaing. 

Perangkat ini dilengkapi dengan pengenalan wajah dan sensor inframerah untuk menentukan siapa yang berada di dalam ruangan. Apple percaya pengguna akan menempatkan kamera di seluruh rumah mereka untuk membantu otomatisasi. Hal ini dapat berarti mematikan lampu saat seseorang meninggalkan ruangan atau memutar musik yang disukai oleh anggota keluarga tertentu secara otomatis. 

Apple berencana mengembangkan berbagai jenis kamera dan produk keamanan rumah sebagai bagian dari lini produk hardware dan software baru. Tujuannya adalah bersaing dengan Amazon Ring, Google Nest, dan Roku Inc., memanfaatkan loyalitas pelanggan untuk menjual lebih banyak produk. 

Apple juga telah menguji bel pintu yang menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk membuka pintu. Apple sudah menjual langganan iCloud+ dengan penyimpanan online untuk rekaman keamanan, tetapi layanan ini ditujukan untuk kamera pihak ketiga. 

(bbn)

No more pages