Logo Bloomberg Technoz

Berikut Kisi-kisi Postur APBN 2026 Jelang Nota Keuangan

Sultan Ibnu Affan
11 August 2025 19:10

Ketua DPR RI, Puan Maharani saat rapat Penyampaian RUU APBN 2025 dan Nota Keuangan di DPR tahun 2024. (Youtube Setpres)
Ketua DPR RI, Puan Maharani saat rapat Penyampaian RUU APBN 2025 dan Nota Keuangan di DPR tahun 2024. (Youtube Setpres)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat atau Banggar DPR mengungkapkan sejumlah kisi-kisi soal asumsi dasar makro ekonomi dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2026 mendatang yang akan dibacakan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Nota Keuangan Jumat (15/8/2025) mendatang.

Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengatakan, parlemen negara mengestimasikan pendapatan negara pada RAPBN 2026 dapat mencapai dikisaran Rp3.094—Rp3.114 triliun. Sementara itu, belanja negara pada Nota Keuangan pada 15 Agustus mendatang diperkirakan mencapai dikisaran Rp3.800—Rp3.820 triliun.

"Defisit RAPBN 2026 dalam rentang 2,53% dari PDB [produk domestik bruto] atau setara Rp706 triliun. Mengacu pada beberapa pengalaman di tahun sebelumnya, biasanya pemerintah mengajukan pada batas atas ketimbang batas bawah," ujar Said dalam keterangannya, Senin (11/8/2025).


Said menambahkan bahwa postur anggaran pada Nota Keuangan tersebut juga lebih tinggi dari prognosis atas APBN 2025 yang diperkirakan pendapatan negara hanya mencapai Rp2,865,5 triliun.

Ini berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.387,3 triliun, kemudian pendapatan melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp477,3 triliun, serta penerimaan hibah senilai Rp1, triliun.