Logo Bloomberg Technoz

Big Sleep dari Google Temukan 20 Celah Keamanan

Redaksi
06 August 2025 18:30

Ilustrasi celah keamanan digital atau bug yang ditemukan di internet. (Bloomberg)
Ilustrasi celah keamanan digital atau bug yang ditemukan di internet. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sistem pemburu bug berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Google, Big Sleep, telah menemukan kumpulan kerentanan keamanan pertamanya. VP Keamanan Google, Heather Adkins mengatakan  bahwa Big Sleep menemukan dan melaporkan 20 celah keamanan dalam pelbagai perangkat lunak sumber terbuka populer.

Dilansir TechCrunch pada Rabu (6/8/2025), Adkins menyebut bahwa Big Sleep, yang dikembangkan oleh tim AI Google, DeepMind, bersama tim peretas elitnya Project Zero, melaporkan kerentanan pertamanya yang sebagian besar ditemukan pada perangkat lunak sumber terbuka seperti pustaka audio dan video FFmpeg, serta perangkat lunak penyunting gambar ImageMagick.

Meski demikian Google belum membeberkan detil dampak atau tingkat keparahannya karena itu merupakan prosedur standar yang dilakukan perusahaan seraya menunggu bug diperbaiki.


Temuan Big Sleep ini dinilai penting karena menunjukkan bahwa sistem pemburu bug berbasis AI tersebut mulai memberikan hasil nyata, meskipun terdapat keterlibatan manusia di dalam kasus ini.

“Untuk memastikan laporan berkualitas tinggi dan dapat ditindaklanjuti, kami melibatkan pakar manusia sebelum membuat laporan, tetapi setiap kerentanan ditemukan dan direproduksi oleh agen AI tanpa campur tangan manusia,” kata juru bicara Google, Kimberly Samra.