Logo Bloomberg Technoz

Tanggal: 1 November 1755
Jumlah Korban Jiwa: ± 60.000 – 100.000 orang
Wilayah Terdampak: Portugal, Spanyol, Maroko

Bertepatan dengan Hari Raya Semua Orang Kudus, Lisbon yang ramai mendadak berubah menjadi lautan kepanikan. Gempa berkekuatan 8,5 skala Richter mengguncang kota selama satu jam. Banyak gereja dan bangunan runtuh, menewaskan puluhan ribu orang.

Tak lama kemudian, tsunami setinggi 5–15 meter menerjang pantai barat Portugal dan Afrika Utara. Sebanyak 10.000 orang tewas akibat gelombang yang menyapu kota pesisir. Kerusakan akibat bencana ini menelan hampir 48% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Portugal, menjadikannya salah satu krisis ekonomi paling parah yang pernah dialami negara tersebut.

3. Letusan Gunung Krakatau dan Tsunami Indonesia (1883): Daya Hancur Alam yang Tak Terbendung

Letusan Gunung Krakatau dan Tsunami Indonesia pada 1883 (Dok. Leiden University Libraries)

Tanggal: 27 Agustus 1883
Jumlah Korban Jiwa: ± 36.000 orang
Wilayah Terdampak: Pulau-pulau di sekitar Selat Sunda

Letusan Gunung Krakatau pada 1883 bukan hanya memecahkan keheningan malam, tetapi juga memicu serangkaian tsunami dahsyat. Aktivitas vulkanik selama berbulan-bulan mencapai puncaknya dengan ledakan besar yang terdengar hingga Australia dan India. Gelombang piroklastik dan runtuhan kaldera ke laut membentuk tsunami setinggi 30 meter.

Kota Merak di Banten yang dihuni lebih dari 2.700 jiwa musnah total. Sekitar 300 desa dan kota pesisir di Jawa dan Sumatra lenyap diterjang gelombang raksasa. Letusan Krakatau ini juga menyebabkan perubahan iklim global, menurunkan suhu bumi secara signifikan selama bertahun-tahun.

4. Tsunami Arica di Peru dan Chili (1868): Gelombang Maut dari Samudra Pasifik

Tanggal: 13 Agustus 1868
Jumlah Korban Jiwa: ± 25.000 orang
Wilayah Terdampak: Peru, Chili, Bolivia

Sore itu, masyarakat di wilayah Arica merasakan gempa pendahuluan sebelum gempa utama berkekuatan 8,5 skala Richter mengguncang kawasan pesisir. Segera setelah gempa, gelombang tsunami setinggi 15 hingga 17 meter meluluhlantakkan kota-kota di sepanjang pantai Pasifik.

Kota pelabuhan Arica hancur total. Bahkan wilayah pedalaman Bolivia turut terdampak. Selain ribuan korban jiwa, dua kapal perang Amerika Serikat yang sedang bersandar di pelabuhan ikut terseret dan tenggelam, membawa serta kargo bernilai jutaan dolar. Tsunami ini menunjukkan bahwa bencana laut juga dapat berdampak hingga ke daratan tinggi.

5. Tsunami Tohoku, Jepang (2011): Kombinasi Bencana Alam dan Nuklir

⁠Tsunami Tohoku, Jepang pada 2011 (Tomohiro Ohsumi/Bloomberg)

Tanggal: 11 Maret 2011
Jumlah Korban Jiwa: ± 15.550 orang
Wilayah Terdampak: Jepang bagian timur

Tsunami Tohoku merupakan contoh nyata betapa kompleks dan berbahayanya bencana alam di era modern. Gempa bumi berkekuatan 9,1 skala Richter yang terjadi di bawah Samudra Pasifik memicu gelombang setinggi hingga 40 meter yang melanda garis pantai Jepang sepanjang 1.900 kilometer.

Tragedi semakin memburuk dengan rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima. Tiga reaktor meleleh dan menyebarkan radiasi, menjadikan insiden ini sebagai krisis nuklir terburuk sejak Chernobyl. Lebih dari 130.000 orang dievakuasi, dan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai USD 309 miliar, menjadikannya bencana alam termahal dalam sejarah.

Kelima peristiwa ini menunjukkan betapa tsunami merupakan ancaman serius bagi masyarakat pesisir di seluruh dunia. Meski teknologi peringatan dini telah berkembang, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak bencana ini.

Tsunami tidak hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi jutaan orang. Memahami sejarah tsunami terbesar di dunia bukan sekadar pelajaran geologi, tetapi juga pengingat akan kekuatan alam yang harus dihormati dan diantisipasi dengan bijak.

(seo)

No more pages