Logo Bloomberg Technoz

BI Guyur Dolar di Pasar Menahan Rupiah Menuju Rp16.500/US$

Redaksi
31 July 2025 10:58

Ilustrasi Bank Indonesia (BI). (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi Bank Indonesia (BI). (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah mengalami tekanan besar pada perdagangan hari ini, baik di pasar spot maupun pasar derivatif  Nondeliverable Forward (NDF) di bursa mancanegara, akibat sentimen global yang berpusat pada hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve kemarin.

Tekanan besar yang dialami oleh rupiah di pasar dalam maupun luar negeri, memaksa Bank Indonesia masuk ke pasar untuk mengintervensi pelemahan.

Melansir Bloomberg News, Kamis (31/7/2025), Direktur Eksekutif Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Hutapea mengatakan, Bank Indonesia mengintervensi pasar dalam negeri, maupun luar negeri untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.


Intervensi dilakukan di pasar valas spot, NDF domestik, NDF offshore, juga di pasar surat utang negara.

"Bank sentral memastikan stabilitas rupiah sesuai nilai fundamentalnya melalui berbagai langkah di pasar," kata Erwin.