Logo Bloomberg Technoz

Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Aphelion dan Bediding

Dinda Decembria
30 July 2025 13:50

Ilustrasi Fenomena cuaca dingin hingga turun kabut di Jakarta, Bekasi, hingga Tangerang. (Dok: BMKG)
Ilustrasi Fenomena cuaca dingin hingga turun kabut di Jakarta, Bekasi, hingga Tangerang. (Dok: BMKG)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Fenomena Aphelion dan Bediding sering dikaitkan sama sebagai penyebab suhu dingin oleh masyarakat.

Padahal, bila melansir dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) keduanya memilki perbedaan.

Arti Fenomena Bediding

Fenomena bediding dalam konteks klimatologi merupakan hal normal karena memang proses fisisnya berkaitan dengan atmosfer saat musim kemarau.


Pada musim kemarau umumnya jarang terjadi hujan di mana tutupan awan berkurang, sehingga panas permukaan bumi akibat radiasi Matahari lebih cepat dan lebih banyak yang dilepaskan kembali ke atmosfer berupa radiasi balik gelombang panjang.

Dengan curah hujan yang kurang maka kelembapan udara juga rendah yang berarti uap air di dekat permukaan bumi juga sedikit. Bersamaan dengan kondisi langit yang cenderung bersih dari awan maka panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepaskan ke atmosfer luar, sehingga kemudian membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.