Logo Bloomberg Technoz

"Kita melihat ada korelasi yang sangat kuat dengan daya belinya. Jadi bisa jadi bahwa yang beli rumah-rumah kecil itu bukan cuma kalangan bawah, tapi juga kalangan menengah yang tadinya mungkin bisa beli rumah yang agak gede, di atas 36 meter persegi, di atas 70 meter persegi, sekarang justru beli rumah-rumah kecil," jelasnya.

"Kalau kita lihat banyak iklan-iklan sekarang kan ada rumah yang banyak laku lebarnya 3 meter, panjangnya 10 meter. Jadi kita melihat ini adalah korelasi yang besar juga dengan itu [daya beli]," tambahnya.

Sebagai catatan, pada laporan terbaru Survei Harga Properti Residensial kuartal 1-2025 yang dirilis oleh Bank Indonesia hari ini, tercatat bahwa penjualan properti pada tiga bulan pertama tahun ini hanya tumbuh 0,73% dibanding kuartal I-2024.

Pertumbuhan positif itu menjadi catatan positif setelah pada kuartal akhir tahun lalu, penjualan terkontraksi hingga -15,09%.

Namun, bila dibandingkan tren tahun-tahun sebelumnya, penjualan pada kuartal pertama tahun ini termasuk penjualan awal tahun yang terendah sejak 2023. 

Pada kuartal I-2024, penjualan properti hunian melejit dengan pertumbuhan mencapai 31,16% year-on-year. Sementara pada kuartal 1-2023, laju penjualan malah terkontraksi 8,26%.

Realisasi penjualan properti residensial pada tiga bulan pertama tahun ini, terutama disokong oleh masih larisnya penjualan rumah tipe kecil yang naik 21,75% dibanding tahun lalu.

Sementara penjualan rumah tipe menengah dan besar masih terkontraksi pada kuartal pertama, masing-masing tumbuh negatif 35,76% dan 11,69%.

(ain)

No more pages