Dari sisi realisasi investasi sektor hilirisasi , BKPM mencatat ada sebanyak guyuran uang Rp280,8 triliun yang masuk ke Tanah Air, atau setara 29,8% darit total investasi sepanjang Januari hingga Juni.
Investasi hilirisasi terbesar berada di sektor mineral dari pembangunan sejumlah smelter dengan kontribusi mencapai Rp193,8 triliun.
Dari total tersebut, komoditas nikel mengambil porsi terbesar dengan nilai mencapai Rp94,1 triliun, disusul tembaga senilai Rp40 triliun; bauksit Rp27,7 triliun; besi dan baja Rp21,5 triliun, dan timah sebesar Rp3,5 triliun.
Sementara itu, komoditas lainnya seperti logam tanah jarang, pasir silika, emas, perak, hingga kobalt mengambil porsi sebesar Rp7 triliun.
Disektor minyak dan gas (migas) tercatat mencapai Rp17,3 triliun, dengan masing-masing porsi sebesar Rp7,9 dan Rp9,4 triliun.
Sementara, perkebunan dan kehutanan Rp36,3 triliun, dengan komoditas kelapa sawit menjadi yang terbesar Rp16,4 triliun. Sektor perikanan dan kelautan mengambil porsi investasi hilirisasi terendah atau mencapai Rp1,3 triliun
(ain)
































