Logo Bloomberg Technoz

Proyek Prioritas, Insentif DME Batu Bara Dinilai Belum Menarik

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 July 2025 08:10

An excavator at a working coal mine at sunset. Photographer: Brendon Thorne/Bloomberg
An excavator at a working coal mine at sunset. Photographer: Brendon Thorne/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah didorong mengevaluasi insentif kepada perusahaan batu bara yang menggarap proyek gasifikasi menjadi dimethyl ether (DME).

Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo berpendapat insentif yang ditawarkan pemerintah saat ini masih kurang menarik, padahal proyek DME batu bara membutuhkan investasi yang sangat besar.

“Pemerintah harus berani mempermudah dengan kebijakan fiskal dan nonfiskal. Sebatas memasukkan royalti 0% untuk batu bara, jelas tidak akan menolong keekonomian proyek DME,” kata Singgih ketika dihubungi, dikutip Jumat (25/7/2025).


Menurutnya, insentif yang diberikan kepada pengusahaa baru sebatas pengenaan royalti 0% untuk volume batu bara yang dimanfaatkan bagi DME. Hal tersebut juga baru termaktub dalam Undang-Undang Mineral dan Batubara (Minerba) serta UU Cipta Kerja.

“Detail berbagai kemudahan kebijakan fiskal dan nonfiskal di wilayah hulu [tambang], wilayah pengolahan, dan wilayah penjualan harus dilakukan secara terintegrasi,” ujarnya.

Gasifikasi Batu Bara Nyaris Mangkrak, ESDM Siapkan 3 Insentif Ini (Ilustrasi/Bloomberg Technoz)