Logo Bloomberg Technoz

“Dalam kondisi geopolitik dan makroekonomi yang tidak stabil seperti perang tarif, pasar minyak tetap bergejolak,” tulis TotalEnergies dalam pernyataan resmi, Kamis (24/7/2025).

“Pasar menghadapi kelebihan pasokan akibat keputusan OPEC+ untuk mengembalikan sebagian pemangkasan produksi sukarela, sementara permintaan lemah seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi global.”

Setelah menikmati lonjakan harga minyak dalam beberapa tahun terakhir yang memungkinkan mereka memberikan imbal hasil besar kepada investor, kini perusahaan-perusahaan minyak raksasa harus menyeimbangkan antara kebutuhan investasi, dividen, dan pengelolaan utang yang membengkak.

Harga minyak yang tertekan oleh tensi dagang global dan peningkatan produksi dari OPEC+ menambah beban.

Sebagai perusahaan minyak besar pertama yang merilis laporan keuangan kuartalan, TotalEnergies menyatakan tetap mempertahankan target pembelian kembali saham hingga US$2 miliar di kuartal III.

Namun, perusahaan hanya berhasil membeli kembali saham senilai US$1,7 miliar sepanjang tiga bulan hingga Juni, turun US$300 juta dibandingkan kuartal sebelumnya.

Saham TotalEnergies sempat turun hingga 2,5% dan berada di level 52,33 euro pada pukul 10.36 waktu Paris, melemah 1,8% dari penutupan hari sebelumnya.

Investasi bersih perusahaan mencapai US$11,6 miliar pada paruh pertama 2025, termasuk akuisisi bersih senilai US$2,2 miliar terhadap perusahaan seperti produsen energi terbarukan asal Jerman, VSB.

TotalEnergies menyatakan investasi bersih sepanjang 2025 diperkirakan tetap dalam kisaran US$17 miliar hingga US$17,5 miliar, sejalan dengan rencana sebelumnya, berkat program divestasi yang dijadwalkan pada paruh kedua tahun ini.

(bbn)

No more pages