Logo Bloomberg Technoz

Awal bulan ini, Trump mengatakan lebih dari 150 negara akan menerima surat berisi tarif "mungkin 10% atau 15%, kami belum memutuskan."

Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan kepada CBS News pada Minggu bahwa negara-negara kecil, termasuk "negara-negara Amerika Latin, negara-negara Karibia, dan banyak negara di Afrika" akan dikenai tarif dasar sebesar 10%.

Pada pengumuman tarif pertama pada April, Trump mengumumkan tarif universal sebesar 10% untuk hampir seluruh negara.

Meski Trump dan para penasihatnya awalnya berharap bisa mengamankan banyak kesepakatan, dia kini menyebut surat-surat tarif tersebut sebagai "kesepakatan" dan menyiratkan ia tidak tertarik bolak-balik negosiasi dagang.

Namun, ia tetap membuka pintu bagi negara-negara lain untuk membuat kesepakatan yang dapat menurunkan tarif tersebut.

Pada Selasa, Trump mengumumkan akan mengurangi ancaman tarif 25% terhadap Jepang menjadi 15% dengan imbalan Jepang menghapus pembatasan terhadap beberapa produk AS dan menawarkan dukungan dana investasi senilai US$550 miliar.

Negara-negara lain, termasuk Korea Selatan, India, dan anggota Uni Eropa, masih berupaya mencapai kesepakatan sebelum tarif lebih tinggi mulai berlaku.

Pada Rabu, Trump mengatakan akan "memberlakukan tarif yang sangat, sangat sederhana untuk beberapa negara" karena ada begitu banyak negara yang "tidak mungkin menegosiasikan kesepakatan." Ia memandang pembicaraan dengan Uni Eropa "serius."

"Jika mereka setuju untuk membuka pasar Uni Eropa bagi perusahaan Amerika, maka kami akan membiarkan mereka membayar tarif lebih rendah," tandas Trump.

(bbn)

No more pages