Selain gangguan pada sistem pernapasan, risiko penyakit jantung hingga pembuluh darah akan meningkat, mulai dari gagal jantung, serangan jantung, dan stroke yang mengharuskan orang yang terdampak ke rumah sakit karena infeksi paru akut yang akan meningkat. Risiko kematian dini juga meningkat.
Adapun dampak jangka panjang diantaranya mengakibatkan fungsi paru menurun, asma yang tidak kunjung terkontrol, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dari mulai derajat ringan sampai berat, dan bahkan risiko timbul kanker paru juga meningkat. Serangan jantung dan stroke juga akan lebih sering terjadi.
Masyarakat yang rentan terhadap pajanan asap kebakaran hutan diantaranya adalah orang dengan riwayat asma dan penyakit paru kronik lainnya; orang dengan riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah termasuk otak; anak usia 18 tahun kebawah (paling rentan bayi dan balita); wanita hamil; dan lansia.
Berikut rekomendasi Dr Efriadi untuk menghindari asap kebakaran hutan:
- Tetaplah di dalam ruangan
- Tutup pintu, jendela, dan peredam perapian
- Gunakan AC dengan pengaturan resirkulasi agar udara luar tidak masuk ke dalam ruangan
- Hindari berolahraga di luar ruangan
- Berhati-hatilah terhadap anak-anak, yang lebih rentan terhadap asap karena sistem pernapasan mereka masih berkembang dan mereka menghirup lebih banyak udara (dan karenanya lebih banyak asap) daripada orang dewasa
- Lansia lebih mungkin menderita penyakit jantung atau paru-paru, yang dapat membuat mereka lebih rentan terhadap asap. Tindakan pencegahan ekstra juga harus dilakukan selama musim kebakaran hutan
- Tutup jendela dan ventilasi Anda saat mengemudi. Sekali lagi, gunakan AC hanya dengan pengaturan "resirkulasi"
- Perhatikan laporan kualitas udara di saluran berita lokal atau situs web berikut: Indeks Kesehatan Kualitas Udara. Ingat: masker debu tidak akan cukup melindungi paru kita dari partikel halus dalam asap
Jika ada yang memiliki Riwayat atau menderita penyakit paru, sebaiknya :
- Control penyakit paru dengan baikdan rutin serta kendalikan dengan baik sebelum kebakaran hutan dapat menyebabkan gangguan pernapasan bermakna
- Control ke dokter dan ikuti instruksi yang diberikan dokter, minum obat dan gunakan inhaler secara teratur
Gunakan obat darurat Anda jika diperlukan - Konsul dengan dokter Anda sebelum musim kebakaran hutan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum terjadi gangguan.
- Sediakan nebulizer dan oksigen darurat di rumah
Jika gejala pernapasan tidak berkurang dengan obat-obatan yang biasa dikonsumsi, segera cari pertolongan medis. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi: mengi yang meningkat, batuk, sesak nafas, dan dada terasa berat. Pastikan obat-obatan dicukupkan persediaannya dan terisi penuh.
Setiap orang dengan Asma atau PPOK harus selalu membawa inhaler kerja cepat (obat darurat). Pelajari cara menggunakan inhaler Anda dengan teknik terbaik. Jika tinggal di daerah yang mungkin perlu dievakuasi karena kebakaran hutan atau kebakaran hutan, siapkan perlengkapan darurat yang mencakup obat-obatan tambahan.
(fik/spt)































