"Kita akan trus mendorong tekstil produk tekstil. Kemudian juga kita akan bicara furniture, sepatu, apparel, kemudian juga kita punya produk seperti barang-barang manufaktur," tutur dia.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya mengatakan penerimaan negara berpotensi berkurang dari penerapan tarif 0% bagi produk impor dari AS.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, kesepakatan tersebut akan mengurangi penerimaan negara sekitar 2 hingga 3% dari total nilai impor.
"[Tetapi] itu nggak signifikan. Jadi tidak terlalu besar," ujar Febrio kepada wartawan, belum lama ini.
Selain AS, Airlangga sebelumnya juga mengatakan Indonesia setidaknya telah memberi sebanyak 1.347 pos tarif 0% kode Harmonized System (HS) ke sejumlah negara di Asean hingga Jepang.
Jumlah tersebut merepresentasikan sekitar 11,7% dari total 11.555 pos tarif sudah ditetapkan dengan tarif 0%, sebagaimana tertuang dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022. Sebanyak 5.448 HS atau 47,1% dikenakan tarif sebesar 5%.
"Dengan adanya perjanjian tersebut, maka Amerika kita perluas menjadi mayoritas 0% dan ini sudah kita berikan kepada CEPA yang lain, apakah itu dengan ASEAN-FTA, apakah itu dengan ASEAN-China FTA, kemudian juga dengan IEU-CEPA," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (22/7/2025).
"Kemudian dengan Kanada, dengan Australia, New Zealand, dengan Jepang, itu seluruhnya juga kita sudah memberikan mayoritas mendekati 0,” sambungnya menegaskan.
(lav)































