Juru bicara BlackRock tidak segera membalas permintaan komentar.
Perubahan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya kegelisahan seputar perjalanan bisnis ke China. Wells Fargo & Co. minggu lalu menangguhkan perjalanan ke China setelah salah satu bankir pembiayaan perdagangan utamanya, Chenyue Mao, dicekal untuk meninggalkan negara tersebut.
Pada minggu ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun mengatakan bahwa kasus ini terkait dengan masalah kriminal.
China juga telah melarang seorang warga negara Amerika Serikat yang bekerja untuk Departemen Perdagangan AS untuk meninggalkan negara itu selama beberapa bulan, menurut laporan media.
Ketegangan geopolitik AS-China telah membebani industri keuangan global dalam beberapa tahun terakhir, sehingga semakin menyulitkan perusahaan-perusahaan untuk beraktivitas. Bank-bank global telah mengurangi kehadiran mereka di China dalam beberapa tahun terakhir di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya perselisihan perdagangan.
Sejak China memperketat keamanan data lebih lanjut dengan dua undang-undang baru pada tahun 2021, perusahaan-perusahaan global berfokus pada pemisahan informasi.
Banyak bank dan manajer aset telah membuat pusat di dalam negeri untuk menyimpan data China di negara tersebut sebagai bagian dari operasi global, menambah biaya dan menghambat manajemen bisnis China mereka, menurut Asosiasi Industri Sekuritas & Pasar Keuangan Asia (CIFMA).
Kehadiran BlackRock di China mencakup perusahaan reksa dana yang dimiliki sepenuhnya serta perusahaan patungan manajemen kekayaan dengan China Construction Bank Corp.
(bbn)






























