Logo Bloomberg Technoz

Dan di luar penerima manfaat siswa, ada ibu hamil yang telah menerima makan makan bergizi gratis yakni mencapai 48.140 orang. Kemudian balita yang sudah menerima manfaat dari program makan bergizi gratis ini sudah mencapai 139.752 orang.

Selain penerima manfaat langsung program makan bergizi gratis ada 5.488 kelembagaan ekonomi lokal terdiri dari koperasi Bumdes dan UMKM  yang terlibat secara langsung menjadi supplier dalam satuan pelayanan pemenuhan gizi. BGN sudah melibatkan 82.336 orang yang menjadi pekerja sukarelawan yang ada di SPPG.

Selain itu, program makan bergizi gratis juga sudah menyasar kepada sekolah rakyat. Pelajar yang sudah menerima di sana ada 848 orang dari seluruh Indonesia.

Pekerja merapihkan barang di Dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG), SPPG Kalibata, Jakarta, Rabu (16/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Evaluasi Kepala SPPG terkait temuan Belatung

Selain pencapaian, BGN juga menyampaikan telah melakukan evaluasi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) buntut dari temuan belatung dan ulat pada makan bergizi gratis di sekolah Tuban, Jawa Timur.

Hal ini dilakukan sebagai tindak audit dan menindaklanjuti laporan dari masyarakat dari kasus tersebut. Redi mengklaim telah melakukan perbaikan-perbaikan.

“Kami juga sudah mengevaluasi seluruh proses yang ada di SPPG Tambakboyo, Tuban,”kata Redi dalam konferensi pers MBG Update Mingguan, dikutip Senin (21/07).

“Badan Gizi Nasional sangat terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat, seluruh penerima manfaat, seluruh elemen komunitas dan lain sebagainya untuk terus memberikan input dan masukan atau laporan kepada kami,”ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana membenarkan adanya temuan belatung dan ulat pada makanan bergizi gratis di sekolah Tuban, Jawa Timur. 

Atas kejadian ini, tentunya pihak BGN akan melakukan pembinaan dan perbaikan yang pada dasarnya sudah ada di setiap satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG).

 “Setiap SPPG pastinya ada bimbingan teknis dan pelatihan berkelanjutan,” kata Dadan kepada Bloomberg Technoz, Jumat (18/07/2025).

(dec/spt)

No more pages