Logo Bloomberg Technoz

Biaya untuk belanja makanan rumah tangga di Inggris, misalnya, menjadi £361 (sekitar US$484) lebih mahal pada tahun 2022 dan 2023 karena climate change, menurut perkiraan lembaga nirlaba Energy and Climate Intelligence Unit. (Staf ECIU, Tom Lancaster, adalah salah satu penulis studi baru ini).

Konsumen di seluruh dunia mengatakan bahwa mereka merasakan dampak climate change pada tagihan belanjaan mereka, membuat makanan menjadi tidak terjangkau bagi sebagian orang dan menjadi tantangan bagi para gubernur bank sentral yang mencoba mengendalikan inflasi.

Beragam temuan kenaikan harga yang diidentifikasi oleh para peneliti:

Kenaikan harga sayuran di Amerika

Pada tahun 2022, California mencatatkan periode tiga tahun terkering yang pernah tercatat, menyebabkan hampir satu juta hektar ladang pertanian tidak ditanami dan menghasilkan kerugian pendapatan tanaman awal sebesar hampir US$2 miliar pada tahun itu saja. 

Wilayah Arizona, yang menanam sebagian besar pasokan selada musim dingin di AS, juga mengalami penurunan jumlah air yang diterima negara bagian tersebut dari Sungai Colorado, karena kekurangan air akibat kekeringan di daerah aliran sungai. 

Kondisi-kondisi di dua negara bagian pertanian utama AS ini, ditambah dengan Badai Ian yang melanda Florida, mmebawa kontribusi pada kenaikan lebih dari 80% harga sayuran di negara itu dibandingkan dengan tahun sebelumnya.  

Gelombang panas di Asia

Gelombang panas yang menghangatkan Asia tahun lalu hingga mencapai suhu setinggi 115F (46C) merupakan salah satu peristiwa cuaca yang mengganggu yang menyebabkan harga sayuran di China naik lebih dari 40% antara bulan Juni dan September.

Kondisi panas dan kering juga menyebabkan harga kubis Korea Selatan hampir 70% lebih mahal daripada tahun sebelumnya, menurut laporan media lokal. Kubis napa biasanya menjadi bahan dasar kimchi, hidangan lokal yang menjadi makanan pokok, dan pemerintah telah memanfaatkan stok nasional untuk meningkatkan pasokan.

Harga selada di Australia naik 300%

Australia Timur menghadapi banjir ekstrem yang memecahkan rekor pada awal tahun 2022. Bencana ini kemudian diperkirakan akan menjadi banjir termahal yang pernah terjadi di Australia dan menjadi bencana kelima dengan kerugian terbesar.

Kelangkaan selada menyebabkan pembeli mengeluhkan harga sekitar A$12 (US$7,81) untuk satu kepala selada. Selada tersebut sebelumnya berharga sekitar A$2,80 per potong, menurut Guardian, yang mewakili kenaikan harga lebih dari 300%. Jaringan restoran cepat saji KFC bahkan mulai mengganti kubis dalam burgernya.

Apakah inflasi iklim bersifat permanen?

Harga cenderung merespons segera setelah satu atau dua bulan setelah kejadian panas ekstrem atau kekeringan, kata Max Kotz, penulis utama studi ini dan seorang rekan postdoctoral di Barcelona Supercomputing Center. Dia dan penulis lainnya melihat bagaimana peristiwa cuaca yang tidak biasa terjadi di setiap wilayah, berdasarkan distribusi ukuran seperti suhu dari waktu ke waktu.

Mereka menemukan bahwa panas, kekeringan, dan banjir terjadi dengan intensitas dan frekuensi yang meningkat. El Nino, pola iklim yang terjadi dari tahun 2023 hingga 2024, kemungkinan juga memengaruhi cuaca ekstrem yang diamati, kata para penulis.

Gejolak harga pangan seperti ini biasanya bersifat jangka pendek, karena harga yang tinggi mendorong lebih banyak produksi, sehingga harga akan kembali turun, kata Andrew Stevenson, analis iklim senior di Bloomberg Intelligence.

Produk seperti kopi dan sapi adalah pengecualian, karena mereka membutuhkan kondisi tertentu seperti iklim tropis atau lahan yang luas untuk penggembalaan yang membatasi di mana mereka dapat tumbuh dan berkembang biak. Kontrak berjangka untuk komoditas kopi dan sapi, kontrak yang mewakili harga jangka pendek di pasar-pasar tersebut, juga mengalami kenaikan harga sejak tahun 2020 - berbeda dengan kontrak berjangka untuk tanaman pangan seperti jagung yang lebih mudah ditanam.

Tarif baru AS dapat semakin menekan petani di luar negeri, kata Stevenson. “Ini menempatkan produsen pada posisi yang tidak enak, di mana harga daging sapi terlalu mahal untuk dijual di dalam negeri, tetapi tidak cukup mahal untuk dijual dengan tarif 50%,” celotehnya.  

Cuaca ekstrem diperkirakan akan terus berlanjut, dan studi ini merekomendasikan agar negara-negara mempertimbangkan kebijakan yang akan membantu konsumen mengelola kenaikan harga pangan. 

Hal yang bisa disimpulkan, mengurangi emisi gas rumah kaca dan menahan pemanasan global akan menjadi kunci untuk mengurangi risiko inflasi harga pangan, kata para penulis. Prakiraan iklim juga dapat memberikan peringatan dini, dan pertanian dapat melakukan adaptasi seperti irigasi, meskipun kedua pendekatan tersebut memiliki keterbatasan yang serius.

(bbn)

No more pages