Logo Bloomberg Technoz

Pasalnya, Pertamina menunggu kepastian regulasi dari pemerintah terkait kerja sama pengadaan impor migas tersebut.

"Nah, untuk melakukan itu [impor migas] kita perlu dukungan regulasi dari pemerintah, untuk menjustifikasi bahwa kita bisa melakukan pengadaan dari sana," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso di Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Sebelumnya, pakar industri migas menyarankan pemerintah tidak gegabah mengalihkan impor BBM ke AS dari Singapura, di tengah kesepakatan negosiasi tarif Presiden Donald Trump.

Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) Hadi Ismoyo menuturkan, dalam masa transisi seperti ini, memutus kontrak dengan Singapura harus dilakukan secara bertahap sembari menambah pasokan sumber impor migas dari AS.

“Kalau ada apa-apa dengan pasar di AS kita masih terus bisa berhubungan dengan trader di Singapura,” kata Hadi saat dihubungi, belum lama ini.

“Misalnya 30% dahulu yang distop, alihkan ke AS. Situasi aman, tambah 60% distop, alihkan ke AS. Jika semua aman dan negosiasi juga ada perbaikan, tambah 90% stop, alihkan ke AS.”

Menurutnya,  akan lebih baik pemerintah menyisakan 10% impor BBM Singapura sebagai bagian dari pasokan keamanan multisumber agar tercipta fleksibilitas pasokan.

Indonesia sendiri selama ini merupakan importir BBM—khususnya jenis gasoline atau bensin — terbesar di Asia Pasifik, menurut catatan Argus Media.  

Bahkan, menurut data bea cukai Global Trade Tax (GTT), impor bensin secara bulanan Indonesia memecahkan rekor tertinggi pada Desember 2024.

Indonesia terpantau mengimpor 475.000 barel bensin per hari pada Desember, melesat 29% dari bulan sebelumnya dan 24% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, Indonesia mengimpor 378.500 barel bensin per hari sepanjang 2024, naik dari 369.000 barel per hari tahun sebelumnya.

Singapura—yang notabene merupakan sentral pencampuran bensin utama di kawasan Asia Tenggara — terus menjadi pemasok utama BBM impor Indonesia dengan pembelian sebanyak 279.000 barel bensin per hari pada Desember, diikuti oleh Malaysia dengan 97.000 barel per hari, menurut catatan Argus Media.

“Alasan lonjakan permintaan impor tidak dapat dipastikan, tetapi bisa jadi karena peningkatan permintaan bensin RON 92 Indonesia karena pemerintah berupaya memberlakukan pembatasan untuk memastikan bahan bakar bensin RON 90 bersubsidi masuk ke kelompok ekonomi sasaran,” papar lembaga tersebut.

(mfd/wdh)

No more pages