BBM Rawan Mahal Jika Impor dari AS, Bahlil Hitung Keekonomian
Mis Fransiska Dewi
18 July 2025 18:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan akan menghitung nilai keekonomian harga bahan bakar minyak (BBM), usai pemerintah mengalihkan impor ke Amerika Serikat (AS) dari Singapura menyusul hasil kesepakatan tarif dengan Presiden Donald Trump.
“Semuanya kita akan hitung sesuai dengan harga keekonomian yang sama, harus saling menguntungkan ya dan kita ingin negara kita juga harus mendapatkan harga yang seefisien mungkin ya,” kata Bahlil ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (18/7/2025).
Bahlil juga memastikan tidak akan mengimpor gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) dari AS. RI hanya akan mengimpor tiga produk yakni minyak mentah atau crude, BBM, dan gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG).
“Yaitu apa namanya LPG, crude, BBM, ada 3 item dan saya sudah sampaikan berkali-kali,” ujarnya.
Di sisi lain, Bahlil jukan akan melakukan rapat teknis dengan PT Pertamina (Persero) terkait regulasi untuk impor migas dari AS.





























