Sebuah kilang minyak besar di India yang sebagian dimiliki oleh perusahaan minyak negara Rusia, Rosneft PJSC, turut masuk daftar hitam.
Batas harga minyak Rusia yang sebelumnya ditetapkan sebesar US$60 per barel kini akan diberlakukan secara dinamis, yaitu US$15 lebih rendah dari harga pasar.
Mekanisme baru ini akan memulai ambang batas harga pada kisaran US$45–US$50 dan akan direvisi secara otomatis minimal dua kali setahun mengikuti perkembangan pasar, seperti dilaporkan Bloomberg sebelumnya.
Kebijakan terkait diesel berpotensi menimbulkan dampak tersendiri. Eropa mengimpor diesel dari India, sementara India membeli minyak mentah Rusia dalam jumlah besar.
Dengan demikian, rincian teknis soal bagaimana pembatasan ini diterapkan dan ditegakkan akan sangat krusial.
Harga diesel sempat menguat di awal sesi perdagangan Eropa dibandingkan harga minyak mentah, mencerminkan kondisi pasar yang ketat selama beberapa pekan terakhir.
Para diplomat Uni Eropa menyetujui sanksi ini pada Jumat pagi setelah Slovakia memberikan persetujuan akhir.
Paket tersebut dijadwalkan diadopsi secara resmi dalam pertemuan para menteri Uni Eropa di Brussels pada hari yang sama, meski masih dimungkinkan adanya revisi menit terakhir sebelum pengesahan final.
Batas harga awal yang diinisiasi oleh negara-negara G7 sebelumnya dikritik karena dinilai kurang efektif. Namun, kebijakan itu tetap memicu pemberian sanksi terhadap sejumlah kapal dan membatasi pergerakan mereka.
Dengan pendekatan harga yang lebih agresif, kebijakan baru ini berpotensi menjangkau lebih banyak kapal. Efektivitasnya akan semakin kuat jika Amerika Serikat turut mendukung batas harga baru tersebut.
Langkah lain dalam paket ini meliputi sanksi terhadap puluhan kapal tanker minyak milik "armada bayangan" Rusia, sehingga total kapal yang masuk daftar sanksi melebihi 400 unit. Selain itu, sejumlah entitas dan trader yang terlibat dalam operasi armada tersebut turut dikenai sanksi.
Uni Eropa juga menambahkan sejumlah komoditas baru ke dalam daftar barang ekspor terbatas yang bisa digunakan oleh mesin perang Moskow, serta menjatuhkan sanksi terhadap beberapa entitas di China dan negara lain yang dianggap membantu Rusia menghindari sanksi perdagangan dan energi blok tersebut.
Di sektor gas, sanksi juga diberlakukan terhadap jaringan pipa Nord Stream.
Paket ini sempat tertahan selama beberapa pekan akibat keberatan dari Slovakia, yang mengupayakan pengecualian dari rencana Uni Eropa untuk menghentikan ketergantungan pada bahan bakar fosil asal Rusia.
Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico, mengumumkan pada Kamis bahwa negaranya mencabut veto setelah menerima jaminan dari Komisi Eropa.
(bbn)




























