Logo Bloomberg Technoz

“Ini nanti diharapkan bahan baku emasnya bisa jadi sourcing dari tambang-tambang yang ada di Indonesia. Saat ini kita juga sudah bekerja sama dengan anak perusahaan MIND ID juga yaitu Freeport,” ujarnya.

Di sisi lain, Achmad menuturkan penjualan emas Antam terus meningkat sehingga perseroan membutuhkan bahan baku tambahan emas. 

“Pertumbuhan kesadaran masyarakat untuk menggunakan emas sebagai instrumen investasi dan juga untuk hedging atau punya nilai-nilai itu makin meningkat,” ucapnya. 

Pabrik anyar ini merupakan pengembangan fasiltas manufaktur emas dan perak Antam untuk peningkatan produksi pencetakan emas Logam Mulia.

Antam saat ini mengoperasikan pabrik pemurnian logam mulia di Pulogadung Jakarta yang merupakan satu-satunya pabrik pemurnian emas di Indonesia yang memiliki akreditasi London Bullion Market Association (LBMA).

Sebelumnya, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan kontrak pada tahap ini berlangsung selama 5 tahun dengan nilai  sekitar US$12,5 miliar atau setara Rp200 triliun dengan asumsi kurs saat ini

"[Sebanyak] 30 ton [emas Freeport] diserap Antam, kalau Antam butuh lebih, kami juga siap lebih dari 30 ton, dan kontraknya tahap ini lima tahun. Kalau dihitung dari jumlahnya, nilainya sekitar US$12,5 miliar, tergantung nilai harga emas, atau Rp200 triliun," ujar Tony, November tahun lalu.

Tony mengatakan bahwa fasilitas PMR milik Freeport Indonesia pada dasarnya sudah selesai dan siap melakukan produksi emas batangan pada minggu kedua Desember 2024 dengan total 50—60 ton emas dan 200 ton perak per tahun.

"Ada juga platinum metal group yaitu platinum 30 kg per tahun dan ada paladium 375 kg per tahun, di samping tentu ada mineral lainnya seperti celenium," ujarnya.

(mfd/wdh)

No more pages