Logo Bloomberg Technoz

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan tonggak penting dalam membangun masa depan perbankan yang lebih adaptif dan berdampak.

“Peluncuran ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus beradaptasi, memperbaiki proses, serta memperkuat struktur dan kapabilitas internal BRI,” jelas Hery.
“Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan untuk memperkuat daya saing dan memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder. Transformasi ini bukan sekadar perubahan sistem, tapi juga perubahan cara berpikir,” tambahnya.

Dengan kekuatan jaringan dan skala operasional yang luas, BRI memiliki lebih dari 220 juta rekening simpanan, 6.000 lebih unit kerja, dan lebih dari 1,19 juta AgenBRILink yang menjangkau hingga 67.000 desa. Dari sisi infrastruktur, BRI juga mengoperasikan lebih dari 742.000 unit e-channel, termasuk 10.000 ATM dan 9.000 CRM di seluruh Indonesia.

Secara kinerja, hingga Kuartal I 2025, BRI Group mencatatkan laba bersih Rp13,80 triliun, dengan total aset tumbuh 5,49% yoy menjadi Rp2.098,23 triliun. Penyaluran kredit juga meningkat menjadi Rp1.373,66 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.421,60 triliun, dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 65,77%.

Kinerja solid dan strategi transformasi jangka panjang ini menjadi alasan utama di balik meningkatnya minat investor global terhadap saham BBRI. Hal ini semakin mempertegas posisi BRI sebagai bank terbesar dan paling inklusif di Indonesia, serta menjadi salah satu emiten dengan prospek jangka panjang paling menjanjikan di kawasan Asia Tenggara.

(tim)

No more pages