Logo Bloomberg Technoz

RI Bisa Jual Lebih Mudah, tapi Ekonomi Eropa Masih Agak Suram

Ruisa Khoiriyah
14 July 2025 13:14

Ilustrasi Eropa (Dok. Envato)
Ilustrasi Eropa (Dok. Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah bidikan tarif Amerika Serikat (AS) yang masih panas, Indonesia menghadapi tantangan agar dampak jegalan tarif AS ke kinerja dagang bisa diminimalisasi, termasuk berupaya memperluas pasar ekspor ke negara dan kawasan lain.

Eropa mungkin potensial menjadi perluasan pasar untuk produk-produk yang selama ini banyak dijual ke AS. Dalam konteks itu, capaian kesepakatan dengan Eropa, dalam apa yang disebut Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), menjadi capaian penting di tengah proses negosiasi dengan AS yang tak jua membuahkan hasil.  

Dalam pernyataannya dari Brussel pada hari Ahad (13/7/2025), Presiden Prabowo Subianto mengatakan, IEU-CEPA sudah disepakati di mana salah satu hasilnya adalah ekspor produk RI ke Eropa tak akan dikenai bea masuk alias tarif 0%. Dokumen lanjutan akan ditandatangani pada kuartal III-2025 nanti di Jakarta.


"Dengan IEU-CEPA, sekitar 80% pos tarif akan menjadi nol sehingga membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas bagi kedua belah pihak," demikian dilansir dari siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (14/7/2027).

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen secara resmi menyampaikan bahwa Indonesia dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan politik yang menjadi fondasi bagi penyelesaian perundingan IEU-CEPA dalam waktu dekat.