Logo Bloomberg Technoz

Hati-hati, Trump Kenakan Tarif Lebih Rendah ke Negara Pesaing RI

Ruisa Khoiriyah
08 July 2025 12:30

Pekerja di pabrik tekstil PT Sri Rejeki Isman (Bloomberg/Dimas Ardian)
Pekerja di pabrik tekstil PT Sri Rejeki Isman (Bloomberg/Dimas Ardian)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengenaan tarif barang yang dijual Indonesia ke Amerika Serikat (AS) sebesar 32% menjadi ancaman bagi perekonomian domestik yang tak bisa dipandang remeh, ketika pada saat yang sama negara-negara pesaing terdekat mendapatkan tarif lebih rendah.

Daya saing produk ekspor RI ke Amerika bisa makin terkikis karena beban tarif yang lebih mahal ketimbang negera pesaing, terutama untuk produk andalan ekspor yang selama ini mendukung kinerja dagang Indonesia.

Sebagai gambaran, ekspor Indonesia terbesar ke Amerika Serikat adalah produk mesin elektrik dan peralatan sekitarnya, perekam suara dan televisi (HS85). Share ekspor produk mencapai  15,9% dari total ekspor RI, seperti dikutip dari paparan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Sarasehan Ekonomi 8 April silam.


Kelompok produk lain yang jadi andalan ekspor RI ke AS adalah pakaian dan aksesori, rajutan (HS61), di mana share ekspor-nya mencapai 9,4% dari total ekspor RI di mana itu setara dengan 61,4% dari total ekspor kelompok produk tersebut dari Indonesia ke seluruh dunia.

Selanjutnya, ada kelompok produk alas kaki, pelindung kaki dan sejenis (HS64) yang proporsi ekspor ke AS mencapai 9,1% dari total ekspor Indonesia dan setara 33,8% dari total barang sejenis ke seluruh dunia.