Hery menambahkan, BRI juga aktif membangun infrastruktur pembayaran modern untuk mendukung inklusi keuangan melalui perluasan layanan non-tunai. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan BRI dalam membangun ekosistem pembayaran digital tercermin dari dukungan lebih dari 4,3 juta merchant QRIS dan 344 ribu merchant EDC yang tersebar dari kota hingga desa.
Selain BRImo, pertumbuhan dana murah BRI juga ditopang oleh perluasan jaringan AgenBRILink. Hingga akhir Triwulan I 2025, BRI mencatat total 1,2 juta AgenBRILink, tumbuh 49,48% YoY, yang tersebar di lebih dari 67 ribu desa, atau menjangkau 88% desa di Indonesia, dengan volume transaksi mencapai Rp423 triliun.
“Dengan terus membaiknya struktur funding, BRI optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang berkelanjutan di tengah tantangan berbagai perubahan pasar,” tutup Hery.
(tim)





























