Logo Bloomberg Technoz

Sempat Stagnan, Rupiah Melemah Akibat Dinamika Global

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 April 2026 09:23

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini, Kamis (2/4/2026), dibuka stagnan di posisi Rp16.980/US$, di tengah sikap wait and see pelaku pasar.  

Tak berselang lama, rupiah tergelincir 0,06% ke Rp16.990/US$ dengan kembalinya laju indeks dolar AS yang menguat 0,22% menjadi 99,87.

Indeks dolar AS sempat melanjutkan tren pelemahannya tiga hari beruntun dan melemah 0,11% pada hari ini ke 99,54. Meski begitu, mata uang kawasan di pasar yang sudah buka menunjukkan respons beragam dengan kecenderungan melemah.


Baht Thailand melemah 0,5%, won Korea Selatan 0,49% yen jepang 0,29%, dolar Singapura 0,25%, yuan offshore 0,14%, yuan China 0,12% dan rupiah 0,06%.  

Berbalik arahnya sentimen ini terjadi lantaran pernyataan Presiden AS Donald Trump yang baru saja berbicara di Gedung Putih. Trump kembali membahas rencana untuk segera keluar dari Iran, tetapi memperingatkan kemungkinan peningkatan eskalasi seiring AS terus mengerahkan aset militer di Timur Tengah.