"Saya tidak tahu apakah itu rahasia atau tidak, tetapi tak masalah bagi saya," kata Trump. "Rahasia tak masalah jika membawa kita ke tempat yang kita inginkan."
Pejabat Israel, yang tidak disebutkan namanya karena mengungkap kemajuan negosiasi, pada Rabu kembali menegaskan bahwa untuk gencatan senjata permanen, Hamas harus meletakkan senjatanya, yang hingga kini ditolak oleh kelompok tersebut.
Israel juga tetap pada tuntutannya agar Hamas disingkirkan sepenuhnya dari Gaza. Tentara Israel perlu memiliki akses ke seluruh wilayah untuk memastikan kelompok tersebut telah pergi sebelum menyerahkan kendali.
Utusan AS Steve Witkoff mengatakan AS ingin mencapai kesepakatan pada akhir pekan ini yang akan memberlakukan gencatan senjata selama 60 hari dan membebaskan sandera yang masih hidup dan yang telah meninggal yang ditangkap saat Hamas menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023.
Melalui saluran Telegramnya, Hamas mengatakan telah setuju untuk membebaskan 10 sandera Israel di tengah perundingan yang sedang berlangsung. Meski begitu, kesepakatan tidaklah pasti. Pembicaraan gencatan senjata sebelumnya sempat menguat, tetapi gagal di menit-menit terakhir.
"Presiden Trump menginginkan kesepakatan, tetapi bukan dengan harga berapa pun," ujar Netanyahu kepada wartawan, Rabu. "Saya menginginkan kesepakatan, tetapi bukan dengan harga berapa pun."
Serangan Hamas terhadap Israel menewaskan 1.200 orang dan sekitar 250 orang diculik. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 sandera masih berada di Gaza, di mana sekitar 20 di antaranya diperkirakan Israel masih hidup.
Netanyahu telah menerima proposal yang diajukan Trump. Hamas pekan lalu mengatakan telah merespons positif kesepakatan yang diusulkan dan siap memasuki negosiasi.
Sebelumnya pada Rabu pagi, Netanyahu mengunjungi Pentagon untuk bertemu dengan para pejabat senior pertahanan AS, menyusul serangan militer Israel terhadap Iran dan serangan udara AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran.
Setelah upacara kehormatan militer, Menteri Pertahanan Pete Hegseth memuji operasi tersebut dan menyebut Israel sebagai "teman dan sekutu teladan" bagi AS.
Netanyahu mengklaim operasi militer sekutu terhadap target-target Iran telah berdampak luas di seluruh kawasan dan akan memiliki "konsekuensi bersejarah bagi perdamaian."
Baik Hegseth maupun Netanyahu memuji kepemimpinan Jenderal Angkatan Darat Erik Kurilla, Kepala Komando Pusat AS yang akan segera mundur. Hegseth menyoroti peran para pilot AS yang terlibat dalam serangan tersebut serta prajurit-prajurit AS yang mengoperasikan sistem pertahanan udara yang membantu melindungi Israel.
"Raungan dua singa terdengar di seluruh dunia," kata Netanyahu.
(bbn)
























