“Jangan akali nasabah pakai kata "konfirmasi pre-order" kalau kenyataannya tidak pernah ada konfirmasi apapun yang saya klik. Kalau memang benar ada, Ajaib pasti menunjukan log-nya pada saat saya meminta secara resmi pada 30 Juni 2025,” ujarnya.
Di sisi lain, Niyo mengakui bahwa hari itu memang membeli beberapa saham setelah BBTN senilai Rp1 juta. Setelah itu, Niyo membeli saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk dengan kode ADRO senilai Rp1 juta. Selanjutnya, membeli saham asal Amerika Serikat (AS) senilai US100 juta. Menurutnya, hal itu juga sejalan dengan rutinitas harian yang dilakukan dalam tiga tahun terakhir.
“Selesai beli, saya tutup aplikasi. Tidak ada yang aneh. Saya pikir semua normal seperti biasa. Namun, beberapa jam kemudian, begitu saya buka lagi aplikasinya, saya kaget. Ternyata transaksi BBTN saya matched senilai Rp1,8 miliar. Padahal saya cuma beli Rp1 juta. Tidak ada konfirmasi, tidak ada pemberitahuan, langsung tereksekusi miliaran rupiah. Ini kalau bukan kejanggalan, lalu apa?,” ujarnya.
Sebelumnya, PT Ajaib Sekuritas Asia mengeklaim tidak menemukan kejanggalan dalam isu pembelian saham Rp1,8 miliar yang dilakukan oleh seorang warganet pemilik akun Instagram @friendshipwithgod bernama Niyo
Direktur Utama PT Ajaib Sekuritas Asia Juliana melandasi argumentasinya karena nasabah dalam beberapa tahun terakhir disebut telah melakukan total transaksi miliaran dengan jumlah portofolio saham lebih dari Rp1 miliar.
"Kami tidak menemukan kejanggalan dalam pembelian saham Rp1,8 miliar tersebut. Sebab, selama beberapa tahun terakhir, nasabah telah melakukan total transaksi miliaran dengan jumlah portofolio saham lebih dari Rp1 miliar rupiah," ujar Juliana dalam keterangan yang disiarkan melalui akun Instagram resmi @ajaib_investasi, dikutip Minggu (6/7/2025).
Juliana mengatakan perseroan juga tidak menemukan kejanggalan dalam prosesnya. Sebab, transaksi tersebut telah melewati proses konfirmasi di telepon genggam (handphone) nasabah, yang juga tercatat sebagai perangkat terpercaya (trusted device) dalam sistem Ajaib Sekuritas.
Dalam hitungan menit selanjutnya, tegas Juliana, nasabah juga melakukan transaksi lain yang serupa dan telah mengakui melakukan transaksi kedua tersebut. Semua proses ini, lanjut Juliana, terekam dalam catatan digital Ajaib Sekuritas.
(lav)































