Logo Bloomberg Technoz

Ia kembali menegaskan kekhawatiran itu pada Kamis. Menurutnya, dampak tarif terhadap harga bisa berlangsung selama setahun atau lebih, memicu kenaikan harga secara perlahan yang berpotensi mengerek ekspektasi inflasi.

“Jika prediksi saya benar, maka perekonomian AS kemungkinan akan mengalami periode inflasi tinggi yang lebih panjang,” kata Bostic.

Pasar Tenaga Kerja

Laporan ketenagakerjaan Juni yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Kamis menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan. Data ini menekan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Juli.

Bostic mengakui ada tanda-tanda pasar tenaga kerja mulai melambat, seperti perlambatan laju perekrutan. Namun, ia menilai pasar kerja belum sampai pada tahap memburuk.

“Saya percaya komite perlu lebih sabar menunggu situasi jelas, jangan sampai membuat kebijakan yang nantinya harus cepat-cepat diubah,” ujarnya merujuk pada Federal Open Market Committee (FOMC).

Menjawab pertanyaan setelah pidatonya, Bostic mengatakan bahwa tingginya utang pemerintah AS pada akhirnya bisa berdampak pada pengambil kebijakan. Ia menilai biaya untuk membayar bunga utang bisa “menyingkirkan” aktivitas lain, yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga dan lapangan kerja secara signifikan.

Saat ini, Partai Republik di Kongres disebut semakin dekat untuk meloloskan rancangan undang-undang pajak dan belanja pemerintahan Trump. Versi yang disetujui Senat diperkirakan akan menambah hampir US$3,3 triliun pada defisit AS selama satu dekade, menurut estimasi terbaru dari Congressional Budget Office yang independen.

Bostic juga menyoroti bahwa besarnya utang federal bisa memengaruhi kebijakan moneter melalui pergerakan suku bunga.

“Jika hal itu dipersepsikan pasar keuangan sebagai faktor peningkat risiko, suku bunga bisa bergerak terlepas dari kebijakan yang kami ambil,” kata Bostic. “Ini tentu akan menjadi sesuatu yang harus benar-benar kami pertimbangkan secara serius.”

(bbn)

No more pages