Logo Bloomberg Technoz

Beras, Bawang Merah & Tiket Pesawat Pemicu Terbesar Inflasi Juni

Dovana Hasiana
01 July 2025 11:38

Pedagang beras istirahat saat berjualan di Pasar Minggu, Jumat (1/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang beras istirahat saat berjualan di Pasar Minggu, Jumat (1/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indonesia mengalami inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni sebesar 0,19% month-to-month, lebih tinggi dibanding perkiraan pasar sebesar 0,12%.

Inflasi yang lebih tinggi pada Juni, setelah pada Mei terjadi deflasi, adalah karena lonjakan harga yang dicatat oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau. 

Dalam konferensi pers hari ini di Jakarta, Badan Pusat Statistik membeberkan, penyumbang inflasi Juni yang terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 0,46% dan memberi andil inflasi Juni sebesar 0,13%.


"Komoditas dominan pendorong inflasi kelompok ini adalah beras dengan andil inflasi 0,04%. Komoditas lainnya yang memberi andil inflasi adalah tarif angkutan udara, dengan andil inflasi 0,04% dan cabai rawit andil inflasi 0,03%, lalu bawang merah, tomat dan emas perhiasan dengan andil inflasi masing-masing 0,02% pada Juni," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini.

Secara bulanan menurut komponen, secara umum semua komponen mencatat inflasi didorong oleh inflasi harga bergejolak (volatile food) yang mencapai 0,77% dan memberikan andil inflasi 0,13%.