Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Melemah 2,2% Selama Mei, Terburuk Sepanjang 2023

Ruisa Khoiriyah
01 June 2023 08:00

Rupiah Tahun Emisi 2022 (Dok. Bank Indonesia)
Rupiah Tahun Emisi 2022 (Dok. Bank Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengujung Mei menjadi pekan yang buruk bagi rupiah dengan mencatat serial pelemahan terpanjang selama enam hari perdagangan berturut-turut. Nilai tukar rupiah telah kehilangan sedikitnya 113 poin setara dengan pelemahan hampir 1% selama periode 24-31 Mei lalu. Tekanan di ujung bulan itu membuat kinerja rupiah selama Mei menjadi yang terburuk selama 2023.

Pada penutupan perdagangan terakhir pekan ini sebelum libur cuti Hari Pancasila dan cuti bersama, rupiah ditutup melemah di posisi Rp14.993/US$, Rabu (31/5/2023).

Rupiah bahkan sempat terlempar menjebol level psikologis Rp15.010 kemarin di tengah kencangnya isu seputar voting batas pagu utang Amerika Serikat, risiko resesi negeri paman sam tersebut yang dibayangi outlook kenaikan bunga acuan Federal Reserves menyusul inflasi yang keras kepala.

Kurs dolar AS di bank-bank di Indonesia sudah di atas level terakhir di pasar spot. Mengacu pada kurs referensi yakni Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, per 31 Mei lalu, sudah bertengger di Rp15.003/US$, terlemah sejak akhir Maret lalu.

Sepanjang Mei, di pasar spot mata uang rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.831/US$ sehingga mengantarkan posisi penutupan akhir bulan lalu di bawah posisi rata-rata bulanan.