Logo Bloomberg Technoz

AS Perluas Sanksi, Perusahaan Internasional Hengkang dari Kuba?

News
03 May 2026 10:00

Bendera Kuba. (Lisette Poole/Bloomberg)
Bendera Kuba. (Lisette Poole/Bloomberg)

Jim Wyss - Bloomberg News

Bloomberg, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperluas sanksi ekonomi yang lebih luas terhadap Kuba. Sanksi baru ini berpotensi membuat perusahaan-perusahaan internasional hengkang dari pulau tersebut. Selain itu, AS juga mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk menggulingkan rezim yang telah berkuasa selama 67 tahun.

Trump mengumumkan langkah-langkah yang akan memungkinkan Washington menargetkan hampir semua warga negara atau entitas non-AS yang terlibat dalam bisnis di pulau itu, Jumat lalu (01/05/2026). Meski target spesifiknya belum ditentukan, perintah tersebut menyatakan akan berfokus pada pertahanan, pertambangan, keuangan, dan keamanan. 


Sanksi ini menimbulkan pertanyaan bagi perusahaan-perusahaan termasuk Karpowership dari Turki — yang mengoperasikan kapal pembangkit listrik di Havana — dan Sherritt International dari Kanada, yang menambang nikel dan kobalt di Kuba, kata William LeoGrande, seorang profesor ilmu pemerintahan dan pakar hubungan AS-Amerika Latin di American University di Washington. 

Selain itu, berdasarkan sanksi terbaru ini, lembaga keuangan yang telah menangani transaksi dengan individu dan entitas Kuba tertentu dapat dikeluarkan dari sistem perbankan AS.