"Konsumen juga [meminta] soal tempat yang tidak terlalu jauh, di kota, itu menjadi penting sekali. Kemudian soal desain jadi penting, harga juga jadi penting. Kita tentu menyampaikan kepada publik untuk mendapatkan tanggapan termasuk itikad," tutur dia.
"Karena selama ini saya dengar juga mereka yang paling penting tempatnya layak, PDAM, tidak usah terlalu besar ruang tidak apa-apa. Kita dorong dong wajahnya ini ke publik, dan kita minta beberapa perusahaan sudah mulai menyampaikan pikiran pendapatnya."
Kementerian PKP sendiri sebelumnya memang mewacanakan untuk meluncurkan rumah subsidi dengan luasan sekitar 18 m2.
Mereka juga telah memperlihatkan konsep rumah tersebut, yang juga direncanakan bakal diluncurkan di kota-kota besar di Indonesia dan wilayah-wilayah seperti Serang, Karawang, dan juga Bekasi. Rumah tersebut dibanderol dengan harga sebesar Rp105 juta hingga Rp110 juta.
Nantinya, rumah mini tersebut akan memiliki ruang tamu yang sekaligus ruang keluarga, satu kamar tidur, serta juga kamar mandi serta toilet.
Rumah tersebut diperuntukkan bagi pekerja lajang dengan gaji sebesar Rp 12 juta per bulan atau gaji di bawah Rp 14 juta apabila sudah berkeluarga.
- dengan Asistensi Azura Yumna
(ain)




























