Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara menyebut, modal pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat rencananya akan diambil sebagian dari dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank BUMN.
Ara mengatakan, dirinya telah berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto dan mengaku mendapatkan arahan bahwa Danantara akan turut mendukung pembangunan rumah tersebut.
"Kami akan jajaki, kami juga akan mendalami satu-satu dengan perbankan dan dengan bank BUMN, juga dengan bank swasta," katanya saat ditemui di MidPlaza kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).
Dalam pertemuannya bersama Presiden Prabowo pada Kamis (8/5) lalu Ara juga mengaku bahwa presiden menyebutkan program ini tak hanya akan mengandalkan Danantara saja, namun juga akan didukung oleh investasi lainnya.
Meski begitu, Ara belum merinci besaran modal yang akan digelontorkan dalam pembangunan rumah layak huni tersebut. Termasuk mengenai skema hingga bentuk realisasi program itu.
"Nanti pada waktunya kami akan terbuka ke publik, bentuknya seperti apa, berapa angkanya, skema nya seperti apa. Ini baru langkah awal," terangnya.
(lav)





























