Seiring pertumbuhan laba, EBITDA Antam tercatat naik 3% menjadi Rp6,73 triliun dari Rp6,55 triliun. Laba kotor meningkat 3% menjadi Rp6,50 triliun, sementara laba usaha tumbuh 15% menjadi Rp3 triliun dari Rp2,62 triliun pada 2023.
Beban usaha turun 5% menjadi Rp3,50 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan biaya logistik dan asuransi akibat kendala perizinan yang sempat berdampak pada penjualan nikel dan bauksit. Dari sisi neraca, total aset Antam naik 4% menjadi Rp44,52 triliun, dan ekuitas tercatat meningkat menjadi Rp32,20 triliun.
ANTM sendiri dijadwalkan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, Kamis (12/6/2025) dengan 7 mata acara mulai dari pengesahan laporan keuangan, penggunaan laba bersih hingga perombakan susunan pengurus.
(dhf)































