Logo Bloomberg Technoz

Saham Otomotif Tetap Menguat Kala Penjualan Mobil Lesu

Muhammad Julian Fadli
11 June 2025 13:15

Kendaraan konsep edisi Sebastien Ogier performa tinggi Toyota Motor Corp. GR Yaris RZ, kiri, dan kendaraan konsep edisi Kalle Rovanpera./Bloomberg
Kendaraan konsep edisi Sebastien Ogier performa tinggi Toyota Motor Corp. GR Yaris RZ, kiri, dan kendaraan konsep edisi Kalle Rovanpera./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham-saham otomotif yang diperdagangkan di pasar saham Indonesia, berhasil menguat sepanjang perdagangan hari ini kendati tengah ada sentimen negatif perihal data penurunan penjualan mobil di Mei 2025 yang ambles mencapai double digit.

Hal ini memperlihatkan saham-saham otomotif belum terlalu terpengaruh kabar yang tengah hangat di mana penjualan mobil wholesales di Indonesia mengalami penurunan drastis. Berdasarkan data Gaikindo atau Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan mobil pada Mei 2025 turun 15,1% yoy.

Menurut data terbaru Gaikindo, penjualan wholesales dari pabrik ke dealer tercatat hanya 60.613 unit pada Mei 2025, ambles 15,1% yoy dibandingkan dengan realisasi penjualan pada Mei 2024 silam yang mencapai 71.391 unit.


Sementara itu, data bulanan penjualan wholesales pada Mei 2025 terlihat ada pemulihan 18,4% dari realisasi penjualan April kemarin, 51.205 unit. Namun memang, penjualan April juga bertepatan dengan perayaan hari libur Lebaran, bulan pendek.

Data Penjualan Mobil April 2025 (Bloomberg)

Mencermati sebabnya– Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, penurunan penjualan tersebut disebabkan oleh daya beli dan ekonomi dalam negeri yang masih lesu dibandingkan tahun lalu. Walaupun demikian, saham otomotif tetap menghijau cerah, yang tercermin dari laju harga saham yang kompak mengalami penguatan.