Logo Bloomberg Technoz

"Saya menduduki posisi terbaik di Washington," kata Bessent menanggapi pertanyaan wartawan. "Presiden akan memutuskan siapa yang terbaik bagi ekonomi dan rakyat Amerika."

Seorang pejabat senior pemerintah, yang berbicara dengan syarat anonimitas, membantah laporan tersebut tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Sebagai Menteri Keuangan, Bessent secara tradisional akan memainkan peran kunci dalam proses pencarian dan wawancara calon Gubernur The Fed. Belum jelas apakah dia akan mengundurkan diri saat Trump mulai membuat keputusannya.

"Mengingat besarnya kepercayaan dan keyakinan komunitas keuangan global terhadap Scott Bessent, ia adalah kandidat yang kuat," kata Tim Adams, Presiden dan CEO Institute of International Finance.

"Ia adalah kandidat tak terduga," kata Adams, seraya menambahkan bahwa Warsh—yang menjabat sebagai anggota dewan The Fed dari 2006 hingga 2011—juga menjadi pilihan yang baik.

Ketika ditanya secara khusus tentang Warsh pada Jumat, Trump berkata, "ia sangat dihormati.”

Bessent berada di garis depan negosiasi kesepakatan perdagangan AS-China, yang bisa dibilang perjanjian paling penting yang ingin dicapai presiden sebagai bagian dari upayanya untuk merombak lanskap perdagangan global.

"Scott Bessent membuktikan dia mampu mengeksekusi kebijakan Presiden Trump selama enam bulan pertama yang sangat bergejolak," kata Steve Bannon, mantan kepala strategi Gedung Putih dan penasihat eksternal presiden.

"Dia bukan hanya bintang di kabinet, tetapi juga orang yang dapat diandalkan bagi pasar modal global."

Presiden, yang pertama kali menominasikan Powell untuk jabatan tersebut pada 2017, sering mengeluh bahwa Gubernur The Fed itu terlalu enggan memangkas biaya pinjaman. Trump mendesak Powell untuk menurunkan suku bunga dalam pertemuan di Gedung Putih bulan lalu.

Gubernur Bank Sentral AS The Fed Jerome Powell dan Presiden AS Donald Trump. (Bloomberg)

Powell dan pejabat The Fed menahan suku bunga pada tahun 2025, dengan alasan bahwa pendekatan kebijakan moneter yang sabar merupakan hal yang tepat di tengah ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif Trump.

Para pembuat kebijakan The Fed memperkirakan tarif yang diumumkan Trump akan membebani pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan inflasi.

Siapa pun yang disetujui Senat untuk mengisi jabatan tersebut harus membuktikan kepada dunia bahwa independensi The Fed tetap terjaga dari campur tangan politik.

Trump berkali-kali mengatakan Powell melakukan kesalahan dengan tidak menurunkan suku bunga, dan sebelumnya mengatakan bahwa ia seharusnya memiliki hak suara dalam keputusan suku bunga, yang menimbulkan pertanyaan apakah pasar akan mendapati Gubernur The Fed berikutnya bergantung pada Trump.

Adams dari IIF menyebut Bessent atau Warsh "akan mendapat keuntungan dari keraguan komunitas keuangan" bahwa mereka akan menjaga independensi otoritas penetapan suku bunga The Fed. 

Ekonom dan sekutu Trump, Arthur Laffer, mengatakan Bessent "luar biasa, tetapi dia sudah memegang posisi penting. Dan spesialisasinya bukanlah kebijakan moneter."

"Seperti yang saya katakan kepada presiden, saya pikir Kevin Warsh sangat cocok untuk posisi [Gubernur The Fed] itu," ucapnya.

Kandidat lain yang sebelumnya diajukan untuk menggantikan Jerome Powell, di antaranya Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih; Christopher Waller, anggota Dewan Gubernur The Fed; dan mantan Gubernur Bank Dunia David Malpass.

(bbn)

No more pages