Logo Bloomberg Technoz

"Memang kami juga monitor dari berbagai negara di OECD, sebagian besar juga membuat paket-paket agar bisa menjaga daya beli masyarakatnya dalam situasi seperti sekarang," ujarnya.

Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi dari negara di seluruh dunia memang terpangkas akibat perang tarif yang dimulai oleh AS pada 2 April 2025. Dalam Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Dewan OECD, organisasi internasional itu juga mengatakan pertumbunan perdagangan internasional akan terpangkas akibat tarif AS. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi beberapa negara akan terpangkas pada level 0,5%-0,7%.

Dalam laporan OECD Economic Outlook per Juni 2025, OECD kembali memangkas proyeksi ekonomi Indonesia menjadi hanya tumbuh 4,7% pada 2025, dari perkiraan sebelumnya 4,9%. Padahal, pada laporan prospek ekonomi dunia Maret 2025 lalu, OECD sempat memangkas proyeksi ekonomi Indonesia dari semula 5,2% menjadi hanya tumbuh 4,9%.

OECD menilai kebijakan perdagangan agresif Presiden Donald Trump telah menjerumuskan ekonomi dunia ke dalam kemerosotan yang diliputi ketidakpastian yang semakin meningkat, di mana AS sebagai salah satu negara yang paling terpukul.

Organisasi yang berpusat di Paris ini memangkas proyeksi global untuk kedua kalinya tahun ini, dengan alasan dampak serangan tarif Presiden AS tersebut. Kombinasi hambatan perdagangan dan ketidakpastian menghantam kepercayaan dan menahan investasi, katanya, juga memperingatkan bahwa proteksionisme menambah tekanan inflasi.

OECD saat ini memperkirakan pertumbuhan ekonomi global melambat menjadi 2,9% tahun ini dari 3,3% pada tahun 2024. OECD memperkirakan tingkat ekspansi di AS akan turun lebih jauh, menjadi 1,6% dari 2,8%—prospek yang jauh lebih rendah dari proyeksinya pada Maret.

(lav)

No more pages