OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2025, Pemerintah Fokus Daya Beli
Dovana Hasiana
05 June 2025 10:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah akan fokus untuk menjaga daya beli masyararakat. Hal ini disampaikan di tengah adanya pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).
Menurut Airlangga, menjaga daya beli masyarakat dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Perlu diketahui, selama ini konsumsi rumah tangga memang merupakan kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai gambaran, distribusinya mencapai 54,53% pada kuartal I-2025.
"Jadi dengan demikian bagi Indonesia tentu kita melihat ke depan bagaimana kita bisa menjaga daya beli masyarakat, sehingga kita bisa menjaga pertumbuhan," ujar Airlangga dalam konferensi pers, dikutip Kamis (5/6/2025).
Airlangga mengatakan, salah satu upaya untuk menjaga daya beli masyarakat adalah meluncurkan lima paket insentif ekonomi periode Juni-Juli 2025, seperti diskon transportasi, diskon tarif tol, bantuan subsidi upah, iuran jaminan kecelakaan kerja, serta penebalan bantuan sosial dan pemberian bantuan pangan.
Selain fokus menjaga daya beli, Airlangga mengatakan, paket insentif yang diberikan juga termasuk untuk melindungi masyarakat yang bekerja di sektor padat karya dan terdampak tarif perdagangan Amerika Serikat (AS).






























