Pada Januari-April 2025, komoditas penyumbang surplus terbesar adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar US$1,25 miliar; alas kaki sebesar US$838,4 juta; dan pakaian dan aksesorinya (rajutan) sebesar US$801,4 juta.
Dalam sebuah kesempatan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah mengungkapkan lima poin negosiasi tarif dengan AS, salah satunya adalah meningkatkan impor dari AS, seperti produk migas, mesin dan peralatan, teknologi, serta produk pertanian yang tidak diproduksi di Indonesia.
"Berbagai kebijakan dan reformasi tersebut dilakukan di dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan tetap menjaga stabilitas kebijakan makroekonomi dan tentu keberlanjutan dari APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara)," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (24/4/2025).
(ain)



























