Logo Bloomberg Technoz

"Pertemuan itu benar-benar luar biasa. Sebagai hasil dari pertemuan ini, meski sebelumnya terjadi pertukaran tahanan, kali ini jumlah pertukaran tahanan melebihi seribu. Ada juga pengembalian beberapa jenazah dari Rusia dan Ukraina di luar pertukaran tahanan ini. Jumlah ini juga sangat besar. Kami benar-benar bangga akan hal ini," ungkapnya.

Erdogan menekankan bahwa sikap Turki sudah jelas sejak hari pertama perang meletus dan mereka tidak pernah ingin melihat adanya konflik, pertempuran, perang, dan penindasan di wilayah tersebut.

"Kami dengan tulus berusaha keras untuk membangun perdamaian berkelanjutan yang akan diterima oleh kedua belah pihak. Turki adalah negara yang telah mendapatkan kepercayaan semua orang dengan sikapnya yang adil," tandasnya.

Rusia dan Ukraina menyelesaikan perundingan tahap kedua di Istanbul tanpa kemajuan menuju perdamaian. Meski begitu, kedua negara sepakat untuk saling menukar tahanan, mencakup prajurit muda di bawah usia 25 tahun, seluruh tahanan luka berat, dan pemulangan sekitar 6.000 jenazah. Ukraina juga mengusulkan pertemuan lanjutan akhir bulan ini.

Pertemuan terbaru di Istanbul ini hanya berlangsung sekitar satu jam, sehari setelah Kyiv melancarkan salah satu serangan udara paling berani ke wilayah Rusia, menghancurkan sejumlah pesawat pembom jarak jauh dan pesawat lainnya. Negosiasi sebelumnya pada pertengahan Mei juga tidak membuahkan hasil, selain pertukaran tahanan.

(ros)

No more pages