Logo Bloomberg Technoz

Dia menjabarkan negara seperti China—yang merupakan konsumen batu bara terbesar dunia — acapkali menjual harga domestik jauh lebih murah dibandingkan dengan harga impor.

Perbandingan antara batu bara lokal China dan harga batu bara Indonesia disebut mencapai sekitar US$2/ton.

“Mereka jualnya pakai yuan, tetapi kalau kita tarik ke dolar, sekitar segitu [US$2/ton selisihnya]. Tentunya ini menjadi tantangan kita. Terlebih, sejak 2023, harga sudah tidak sekeren 2022. Itu makin lama makinn fluktuatif, bahkan sekarang bisa mencapai US$100/ton saja sudah syukur,” kata Gita.

Batu bara di ICE Newscastle dijual seharga US$105,50/ton per 30 Mei, menguat 4,46%  secara harian. Secara year to date (ytd), batu bara turun US$19,75/ton atau 15,77% sejak awal tahun, menurut perdagangan pada kontrak untuk selisih (CFD. 

Secara historis, batu bara mencapai titik tertinggi sepanjang masa di US$457,80/ton pada September 2022.

ESDM Bantah

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah bahwa kebijakan mandatori HBA untuk kegiatan ekspor batu bara merupakan penyebab anjloknya volume ekspor komoditas tersebut sepanjang April 2025.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Surya Herjuna mengatakan kontraksi ekspor batu bara lebih dipicu oleh penurunan permintaan China dan India di tengah prospek ekonomi yang suram akibat perang dagang.

“Kami berharap bukan masalah HBA, tetapi memang karena masalah perang dagang saja sebenarnya,” kata Surya dalam forum diskusi yang dibuat Investortrust di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Menurut data Kementerian ESDM, realisasi ekspor batu bara per April 2025 telah mencapai 160 juta ton, turun 6,43% secara year on year (yoy).

Adapun, realisasi wajib pasok domestik atau domestic market obligation (DMO) batu bara mencapai 12 juta ton pada kuartal I-2025, terpelanting 25% secara anual.

“Akan tetapi, memang kondisinya kalau menurut saya kalau bicara HBA juga enggak pas sebenarnya, karena toh nyatanya DMO-nya juga turun,” kata dia.

Di China sendiri, Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batubara setempat sebelumnya sudah melaporkan beberapa perusahaan mungkin akan berusaha untuk membatalkan atau merundingkan ulang kontrak jangka panjang yang telah disepakati akibat penentuan HBA sebagai standar harga ekspor batu bara Indonesia.

Fenwei Energy Information Service Co dalam sebuah catatan mengatakan kebijakan HBA secara signifikan menaikkan harga batu bara Indonesia, dan hal itu dapat menghapus keuntungan perdagangan dan menghambat pembelian dari importir China.

“Salah satu masalahnya adalah harga batu bara sering berubah, tetapi HBA hanya diperbarui sebulan sekali. Indonesia mencoba mengurangi keterlambatan tersebut dengan mengubah jadwal tersebut, memperbarui [HBA] pada tanggal 1 dan 15 setiap bulan ke depannya, menurut peraturan pemerintah,” katanya, dikutip Bloomberg.

Pembeli di China disebut menolak keras langkah Indonesia itu, lantaran produksi dan impor domestik yang tinggi selama bertahun-tahun, dikombinasikan dengan permintaan yang lemah selama musim dingin, telah menyebabkan banyak orang memiliki persediaan yang melimpah.

“Setidaknya satu pembeli batu bara utama telah menghentikan impor spot bahan bakar asing karena mencoba menurunkan persediaan,” tuturnya.

(wdh)

No more pages