Lantas, iPhone 16e mencatat debut yang kuat dengan menempati peringkat keenam dalam daftar global untuk Maret 2025, atau bulan penuh pertamanya di pasar.
"Meskipun harganya lebih tinggi dibandingkan dengan SE 2022, 16e diharapkan mengungguli pendahulunya selama tahun pertamanya. Keberhasilan ini sebagian besar akan didorong oleh kemajuan teknologinya yang signifikan dan rangkaian fitur yang diperluas," tulis Counterpoint dalam risetnya, dikutip Kamis (29/5/2025).
Di sisi lain, Samsung Galaxy S25 Ultra berada di posisi ketujuh, turun dari posisi kelima yang ditempati pendahulunya, S24 Ultra, pada kuartal I-2024. Penurunan ini disebabkan oleh waktu penjualan yang lebih singkat.
Meski begitu, seri S25 tetap menyumbang seperempat dari total penjualan smartphone Samsung selama periode aktif, didukung integrasi mendalam teknologi AI berbasis Gemini yang meningkatkan produktivitas dan personalisasi pengguna.
Di segmen smartphone 5G menengah, Galaxy A16 5G naik ke posisi kelima, satu tingkat di atas Galaxy A15 5G pada periode sebelumnya. Pertumbuhan tahunan sebesar 17% didorong oleh peluncuran di pasar utama seperti Amerika Utara yang menyumbang sepertiga dari penjualan global A16 5G, serta momentum positif di kawasan APAC, LATAM, dan MEA.
Galaxy A06 juga mencatat lonjakan signifikan, naik empat peringkat dalam daftar 10 besar dibandingkan dengan pendahulunya. Pertumbuhan ini mencerminkan lonjakan permintaan terhadap ponsel pintar kelas bawah di pasar-pasar berkembang, khususnya di MEA, APAC, dan LATAM yang menyumbang sekitar 75% dari total penjualan global di segmen ini.
"Seiring dengan berkurangnya pasokan komponen berbiaya rendah, segmen ini menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat pada Q1 2025, menguasai hampir 20% dari total penjualan ponsel pintar global."
Redmi 14C 4G dari Xiaomi menjadi satu-satunya model non-Apple dan non-Samsung yang berhasil masuk ke dalam daftar 10 besar global. Model ini mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 43% dibandingkan pendahulunya, Redmi 13C 4G. Penjualan terbesarnya berasal dari pasar berkembang seperti MEA dan LATAM, menegaskan kekuatan Xiaomi di segmen nilai (value segment).
Meskipun ketegangan tarif dan ketidakpastian pasar global masih berlangsung, pangsa pasar dari 10 besar model smartphone diperkirakan akan tetap relatif stabil dalam waktu dekat.
"Ketahanan ini didukung oleh OEM yang semakin berfokus pada ponsel pintar kelas atas yang minat konsumennya didorong oleh fitur-fitur premium," pungkas riset tersebut.
(prc/wep)






























